Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : WIKA Siapkan Restrukturisasi Utang Tahap II untuk Pulihkan Keuangan
Advertisement . Scroll to see content

Bunga Utang Rp1,54 Triliun, Dirut Angkasa Pura I: Beban Keuangan Jadi Besar

Kamis, 09 Desember 2021 - 09:58:00 WIB
Bunga Utang Rp1,54 Triliun, Dirut Angkasa Pura I: Beban Keuangan Jadi Besar
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi. (foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I mencatat bunga pinjaman dari sindikasi perbankan dan obligasi mencapai Rp1,54 triliun. Angka ini naik signifikan dari sebelumnya di kisaran Rp683 miliar hingga Rp852 miliar. 

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan, total pinjaman atau utang perusahaan melalui sindikasi perbankan dan obligasi sebesar mencapai Rp28 triliun. Dia menyebut, kondisi tersebut membuat beban keuangan Perseroan semakin membesar. 

"Kenapa beban keuangan ini menjadi lebih besar? Karena memang karena diselesaikannya bandara dan menggunakan pendanaan dari eksternal melalui sindikasi dan obligasi memang muncul beban keuangan dalam bentuk bunga sekitar Rp683 miliar, naik dari Rp852 miliar, lalu jadi Rp1,54 triliun," ujar Faik dalam konferensi pers, dikutip Kamis (9/12/2021). 

Meski pinjaman tersebut dialokasikan untuk perbaikan 10 bandar udara (bandara) dari total 15 bandara di bawah pengelolaan perusahaan, namun pihaknya mencatatkan kerugian sepanjang pandemi Covid-19. Di mana, kerugian yang dicatatkan per bulannya mencapai Rp200 miliar. 

Dari kondisi keuangan tersebut, Faik memperkirakan kerugian yang dicatatkan perusahaan hingga akhir 2021 minus Rp3,24 triliun. Kerugian pun masih dibukukan pada 2022 dengan nilai proyeksi sebesar Rp601 miliar. 

Dia menyebut, perkiraan kerugian di tahun depan menurun signifikan dibandingkan dengan kerugian tahun ini. Sikap optimisme itu dibarengi dengan langkah restrukturisasi utang yang tengah digodok manajemen.  

"Diproyeksikan tahun depan kami masih akan rugi, tapi kerugian itu sudah jauh lebih menurun dibandingkan kerugian di 2021," ucapnya.

Selain itu, EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortasi) dari estimasi di 2021 minus Rp297 miliar, diprediksi membaik menjadi positif sebesar Rp1,56 triliun di 2022.

Di sisi pendapatan, AP I memperkirakan di tahun depan bisa mencapai Rp4,86 triliun, naik dari estimasi di 2021 yang sebesar Rp3,20 triliun. Beban operasional pun diperkirakan turun menjadi Rp2,46 triliun di 2022 dari estimasi di 2021 sebesar Rp6,44 triliun.

"Dengan upaya yang kita lakukan, kami sudah menyiapkan inisiatif penyehatan perusahaan melalui program restrukturisasi yang akan kita lakukan," tuturnya. 

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut