China Akan Buka Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Terbesar di Dunia Tahun Depan

Suparjo Ramalan ยท Senin, 03 Oktober 2022 - 06:47:00 WIB
China Akan Buka Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida Terbesar di Dunia Tahun Depan
China akan operasikan pembangkit listrik tenaga hibrida terbesar di dunia tahun depan. Foto: Reuters

BEIJING, iNews.id - China sedang berupaya meningkatkan pembangkit listrik tenaga air yang besar. Ini sebagai bagian dari proyek energi hibrida terbesar di dunia, yang menghasilkan lisrik dari tenaga air dan fotovoltaik. 

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kela akan dibangun di Provinsi Sichuan, China barat daya, dekat dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lianghekau, yang terletak di Sungai Yalong dengan kapasitas mencapai 1 juta kW. Sedangkan panel surya akan dipasang di pegunungan pada ketinggian hingga 4.600 meter, dengan kapasitas tambahan 1 juta kW.

Mengutip CGTN, proyek ini ditargetkan beroperasi selama 1.732 jam dalam setahun, dengan kapasitas daya rata-rata tahunan mencapai 2 miliar kilowatt-hours saat selesai pada 2023 mendatang. 

China menerapkan praktik energi bersih untuk mencapai target puncak emisi karbon pada 2030. Selain itu, juga untuk mencapai netralitas karbon sebelum 2060.

Menurut Qi Ningchun selaku Ketua operator proyek tersebut, Yalong River Hydropower Development Co. Ltd., Stasiun Kela akan membantu mengurangi emisi karbon dioksida lebih dari 1,6 juta ton, setara dengan membakar 600.000 ton batu bara. Stasiun Kela akan menjadi sumber daya pelengkap untuk PLTA karena output kedua pembangkit ini berubah secara khas sepanjang tahun.

PLTA menghasilkan tenaga listrik paling besar di musim panas. Ssedangkan musim dengan kinerja terbaik untuk PLTS seperti Kela adalah di musim gugur dan musim semi.

Masalah untuk pembangkit fotovoltaik adalah output berfluktuasi sepanjang hari. Performa mencapai puncaknya pada siang hari dengan sinar matahari penuh tetapi tidak ada daya yang dihasilkan di malam hari. Perubahan pasokan seperti itu dapat mempengaruhi stabilitas operasi jaringan. 

Namun dengan menggabungkan penggunaan dua jenis sumber daya menjadi satu stasiun, jaringan tidak hanya akan menerima peningkatan jumlah listrik, tetapi juga pasokan listrik yang jauh lebih stabil. Stasiun Fotovoltaik Kela akan mengirimkan listrik ke PLTA, yang terhubung ke jaringan nasional, sehingga kedua komponen tersebut dapat membantu meringankan perubahan harian dan musiman dari output daya yang tidak stabil.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda