Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong
Advertisement . Scroll to see content

China Siapkan Dana Real Estate Rp665 Triliun untuk Bantu Pengembang Properti

Senin, 25 Juli 2022 - 14:46:00 WIB
China Siapkan Dana Real Estate Rp665 Triliun untuk Bantu Pengembang Properti
Pemerintah China akan menyiapkan dana real estate untuk membantu pengembang properti menyelesaikan krisis utang dengan target yang disiapkan Rp665,22 triliun. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Pemerintah China akan menyiapkan dana real estate untuk membantu pengembang properti menyelesaikan krisis utang. Target dana yang disiapkan mencapai 300 miliar yuan (44,4 miliar dolar AS) atau setara Rp665,22 triliun. 

Mengutip Reuters, Senin (25/7/2022), ukuran dana awalnya akan ditetapkan sebesar 80 miliar yuan melalui dukungan dari China Construction Bank dan People's Bank of China (PBOC), menurut salah satu pejabat bank negara.

Jika model itu berhasil, bank lain disebut akan mengikuti dengan target untuk mengumpulkan hingga 200 hingga 300 miliar yuan.

Adapun sumber tersebut menyampaikan, dana itu akan digunakan untuk membiayai pembelian proyek rumah yang belum selesai dan menyelesaikan konstruksinya, kemudian menyewakannya kepada individu sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan perumahan sewa.

Berita terbaru mendorong Indeks Properti Daratan Hang Seng lebih dari 5 persen pada awal hari Senin, dan naik 3,4 persen pada tengah hari. Indeks Real Estate CSI 300 naik hampir 2,0 persen.

Krisis utang pasar properti telah menjadi hambatan besar pada perekonomian selama setahun terakhir. Hal ini mendorong pihak berwenang untuk menawarkan berbagai langkah-langkah dukungan untuk menstabilkan sektor ini.

Penyedia informasi keuangan, REDD pertama kali melaporkan rincian dana real estate pada hari Senin. Dana tersebut akan mendukung lebih dari selusin pengembang properti, termasuk China Evergrande Group yang diperangi, menurut REDD. 

Sementara, regulator dan pemerintah daerah akan memilih pengembang yang memenuhi syarat untuk mendapatkan dukungan dari dana tersebut, menurut REDD. Selain itu, dana tersebut dapat digunakan untuk membeli produk keuangan yang dikeluarkan oleh pengembang atau membiayai akuisisi pembeli negara atas proyek mereka.

Beijing juga mempertimbangkan kebijakan nasional untuk penerbitan obligasi khusus untuk pembangunan kembali kota kumuh.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut