Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 88.519 Pekerja Kena PHK Sepanjang 2025, Kemnaker Ungkap Biang Keroknya!
Advertisement . Scroll to see content

Credit Suisse Bakal PHK 9.000 Karyawan demi Cegah Kerugian Lebih Besar

Sabtu, 29 Oktober 2022 - 14:24:00 WIB
Credit Suisse Bakal PHK 9.000 Karyawan demi Cegah Kerugian Lebih Besar
Credit Suisse bakal PHK 9.000 karyawan demi cegah kerugian lebih besar. Foto: Reuters
Advertisement . Scroll to see content

JENEWA, iNews.id - Raksasa perbankan Credit Suisse akan memangkas ribuan pekerja dan melakukan restrukturisasi bisnis. Hal itu dilakukan sebagai upaya membendung kerugian lebih besar dan kekhawatiran investor. 

Setelah skandal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan kerugian 4 miliar franc Swiss pada kuartal III, bank menyatakan akan melakukan serangkaian tindakan tegas. Adapun pengurangan 9.000 pekerja akan dilakukan dalam tiga tahun ke depan. 

Ketua Credit Suisse Axel Lehmann menjuluki perombakan ini sebagai 'cetak biru untuk sukses'. Namun investor merespons negatif, sehingga saham bank kedua terbesar di Swiss itu anjlok lebih dari 13 persen setelah pengumuman tersebut. 

Mengutip BBC, sebagai bagian dari rencana restrukturisasi, Credit Suisse ingin mengumpulkan modal baru sebesar 4 miliar dolar AS, di mana 1,5 miliar dolar AS berasal dari Saudi National Bank. Bank juga berencana untuk memisahkan bank investasinya dengan meluncurkan kembali CS First Boston, dan menghentikan beberapa bisnisnya yang memiliki risiko lebih tinggi.

Adapun tenaga kerja akan berkurang dari saat ini sebanyak 52.000 menjadi 43.000 pekerja pada akhir 2025. Namun 2.700 pekerja akan mulai di-PHK sebelum akhir 2022. 

Langkah itu diyakini akan membantu menyusutkan basis biaya keseluruhan sebesar 2,5 miliar Franc Swiss atau 15 persen pada 2025.

Sementara itu, restrukturisasi bank, yang bertujuan untuk mengatasi krisis terburuk dalam sejarahnya adalah upaya ketiga dalam beberapa tahun terakhir yang dilakukan secara berturut-turut untuk membalikkan kelompok yang diperangi setelah serangkaian skandal.

Bank telah berusaha untuk mengumpulkan uang dan membebaskan modal dengan menjual aset, ingin membatasi berapa banyak uang tunai yang harus dikumpulkan dari investor untuk mendanai perbaikannya, menangani biaya litigasi warisannya dan mempertahankan bantalan untuk pasar yang sulit di masa depan.

Kepala Eksekutif Credit Suisse Ulrich Koerner mengatakan, kinerja bank tahun ini telah dipengaruhi oleh kondisi pasar dan ekonomi makro yang terus menantang. Adapun restrukturisasi dilakukan untuk menciptakan bank yang lebih sederhana, lebih fokus, dan lebih stabil. 

"Ini adalah momen bersejarah bagi Credit Suisse. Kami secara radikal merestrukturisasi bank investasi untuk membantu menciptakan bank baru yang lebih sederhana, lebih stabil dan dengan model bisnis yang lebih fokus yang dibangun berdasarkan kebutuhan klien," katanya.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut