Cuitan Elon Musk Dorong Dogecoin Naik Hingga 18 Persen

Jeanny Aipassa ยท Jumat, 14 Mei 2021 - 16:50:00 WIB
Cuitan Elon Musk Dorong Dogecoin Naik Hingga 18 Persen
Elon Musk

NEW YORK, iNews.id - Setelah terus tertekan sejak pekan lalu, uang kripto Dogecoin (DOGE) melonjak pada perdagangan hari ini, Jumat (14/5/2021). Pemicunya adalah cuitan Elon Musk di akun Twitternya, yang mendorong Dogecoin naik hingga 18 persen. 

Dalam cuitannya di Twitter, Elon Musk mengatakan, "(Kami) bekerja dengan pengembang Doge untuk meningkatkan efisiensi sistem transaksi. Berpotensi menjanjikan."

Cuitannya itu menimbulkan spekulasi bahwa Dogecoin dapat digunakan di masa depan. Hal itu, seolah mengonfirmasikan pernyataan Elon Musk di acara Saturday Night Live pekan lalu, bahwa uang krypto (cryptocurrency) adalah "hiruk pikuk". 

Coinbase melaporkan pascacuitan Elon Musk, Dogecoin langsung melonjak hingga menembus 18 persen. Dalam 24 jam terakhir, DOGE dilaporkan menguat 17,14 persen ke posisi 0,076 dolar Amerika Serikat (AS) per koin.

Seperti Bitcoin, Dogecoin mengandalkan teknologi blockchain "bukti kerja" yang kurang efisien, dan cryptocurrency yang lebih efisien sudah tersedia, tetapi itu tidak menghentikan spekulan untuk mengejar impian Tesla, SpaceX, dan Doge.

Perusahaan penyedia platform transaksi investasi, TradingView, menyatakan kapitalisasi pasar Dogecoin melesat menjadi 10 miliar dolar AS berkat cuitan Elon Musk.

"Kapitalisasi pasar Dogecoin langsung melesat 10 miliar dolar AS, setelah cuitan ini," kata TradingView lewat akun Twitternya.

Lonjakan dogecoin tak diikuti koin kripto besar lainnya, seperti bitcoin, ethereum, dan binance coin. Pada perdagangan hari ini, Bitcoin, ethereum, dan binance coin terpantau berada di zona merah, terkoreksi antara 3 persen hingga 6 persen. 

Meski masih koreksi, namun bitcoin mulai bertumbuh sejak Kamis (13/5). Belum lama ini, bitcoin sempat terperosok 15 persen setelah Tesla mengumumkan tidak lagi menerima bitcoin untuk transaksi.

Pengumuman itu, lagi-lagi dicuitkan oleh Musk. Alasannya, ia khawatir penggunaan bahan bakar fosil meningkat untuk penambangan bitcoin, khususnya batu bara.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: