Dari Perut Bumi Papua ke Smelter Gresik, Merangkai Hilirisasi Tambang sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi
Pendek kata, aktivitas hulu hilir yang dijalankan PTFI merupakan rangkaian panjang. Dimulai dari perut bumi di highland Papua, bermuara di kawasan industri Gresik. Sebuah proses yang rumit, kompleks dan berisiko tinggi, namun memiliki efek dahsyat bagi pembangunan negeri.
Hilirisasi menjadi istilah yang terus diamplifikasi pemerintah. Bukan hanya semasa Presiden Jokowi, tetapi juga berlanjut dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Secara harfiah, hilirisasi merupakan proses pengolahan bahan mentah menjadi produk akhir yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Di bidang pertambangan, menurut laman resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hilirisasi diartikan tidak sekadar mengekspor mineral dalam bentuk mentah, tetapi juga memprosesnya menjadi barang-barang bernilai tambah seperti logam olahan dan produk mineral lainnya.
Prabowo menegaskan, hilirisasi bersifat mutlak karena merupakan kunci kebangkitan Indonesia. Sebab, hilirisasi merupakan langkah awal Indonesia melakukan industrialisasi.

Kepala Negara pun menginstruksikan kepada kementerian terkait untuk merumuskan program hilirisasi 26 komoditas utama. Wujud nyata hilirisasi tak lepas dari komitmen MIND ID dalam mengawal program ini.