Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Partai Perindo Soroti Arah Pembangunan Jakarta Jelang HUT ke-500
Advertisement . Scroll to see content

Daya Beli Masyarakat Melambat Hanya Mitos?

Minggu, 12 November 2017 - 19:07:00 WIB
Daya Beli Masyarakat Melambat Hanya Mitos?
Ilustrasi (Foto: Yudistiro Pranoto/iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idDaya beli masyarakat Indonesia dikabarkan tengah melambat menyusul kinerja ritel yang lesu. Hal itu juga ditandai dengan tutupnya outlet-outlet ritel akibat makin sepinya konsumen yang datang.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga kuartal III 2017 tumbuh hanya sebesar 4,93%, turun 0,02% dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 4,95%. Perencana Keuangan dari QM Financial, Yasmeen Danu justru memiliki pandangan berbeda terkait banyaknya anggapan soal konsumsi rumah tangga yang anjlok.

Dia menyatakan, daya beli masyarakat tetap tumbuh meski tidak meningkat secara signifikan. Pertumbuhan daya beli dinilai tidak bisa dibandingkan berdasarkan kinerja ritel. Pasalnya, tren transaksi jual-beli sudah mengalami perubahan yang cukup pesat.

“Menurut saya daya beli baik-baik saja, karena orang bisa memilih bermacam cara untuk memenuhi kebutuhan mereka,” katanya kepada iNews.id, Minggu (12/11/2017).

Berkembangnya ekonomi digital melalui e-commerce menjadi salah satu indikator utama perubahan pola konsumsi masyarakat. Saat ini, masyarakat lebih memilih untuk membeli atau memanfaatkan produk dan jasa secara online.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut