Daya Beli Masyarakat Melambat Hanya Mitos?
Perubahan itu tentunya berpangaruh terhadap kinerja ritel yang hanya fokus pada penjualan di outlet dan menanti kunjungan konsumen untuk membeli produk. Selain pergeseran pola konsumsi, masyarakat juga memang enggan mengeluarkan dana hanya membelanjakan produk saja.
Pergeseran ini salah satunya dapat terlihat dari meningkatnya aktivitas pariwisata di Tanah Air. Tingginya aktivitas tersebut, mendorong wilayah-wilayah lain untuk mengembangkan bisnis wisata agar mendulang untung yang besar.
Biasanya, konsumen yang gemar berwisata ini mengumpulkan uang dalam jumlah besar selama periode yang cukup lama. Setelah terkumpul, uang tersebut digunakan untuk mengunjungi tempat wisata yang telah direncakanan. Uang dengan jumlah besar itu pun habis hanya dalam hitungan satu sampai tiga hari saja.
Danu juga memperkirakan, saat ini masyarakat hanya menunggu momentum untuk mengeluarkan dana dalam jumlah besar. Biasanya, hal ini dilakukan karena produk yang akan dibeli harganya sangat mahal.
“Ada yang memilih menabung dulu atau banyak juga yang memilih berutang," ujarnya.
Editor: Ranto Rajagukguk