Deretan Pengusaha Batu Bara yang Kena Dampak Larangan Ekspor
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah telah melarang ekspor batu bara selama Januari, dimulai sejak 1 Januari 2022. Batu bara akan diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri.
Larangan ini berdampak pada menurunnya penjualan batu bara oleh perusahaan tambang di Indonesia. Larangan ini pun berpotensi memberi imbas pada pendapatan pengusaha yang sebagian besar kekayaannya berasal dari bisnis batu bara.
Siapa saja para pengusaha batu bara tersebut? Berikut dirangkum MNC Portal Indonesia, Selasa (4/1/2022).
1. Garibaldi Thohir
Garibaldi Thohir adalah pemiliki PT Adaro Energy. Dia merupakan Presiden Direktur Adaro yang memiliki saham 6,18 persen di perusahaannya. Forbes mencatat, Garibaldi berada di urutan ke-17 orang terkaya Indonesia dengan harta mencapai 2,6 miliar dolar AS.
2. Peter Sondakh
Kekayaan peter pada 2020 tercatat sebesar 1,5 miliar dolar AS. Sumber kekayaannya berasal dari Rajawali Corpora, yang menaungi tiga perusahaan besar, yaitu Archi Group, Golden Eagle Energy, dan Indo Mines. Golden Eagle Energy diketahui mengelola tambang di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
3. Low Tuck Kwong
Pendiri Bayan Resources ini tercatat memiliki saham perusahaan sebesar 55,17 persen. Dia tercatat sebagai orang terkaya ke-18 di Indonesia versi Forbes dengan kekayaan 2,6 miliar dolar AS.
4. Arsjad Rasjid
Arsjad yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia ini merupakan Direktur Utama PT Indika Energy. Dia memiliki 0,02 persen saham di perusahaan tersebut.
5. Theodore Permadi Rachmat
Pengusaha ini merupakan Wakil Komisaris PT Adaro Energy dengan kekayaan 3 miliar dolar AS atau berada di urutan ke-15 orang terkaya Indonesia. Dia memiliki 2,54 persen saham di Adaro.
6. Edwin Soeryadjaya
Edwin dengan kekayaan sebesar 1,51 miliar dolar AS merupakan pengusaha batu bara serta pendiri perusahaan investasi. Dia adalah pendiri PT Saratoga Investama Sedaya yang memiliki saham di Adaro sebanyak 3,29 persen.
Editor: Jujuk Ernawati