Deretan Wanita Sukses Jadi CEO di Dunia, Siapa Saja?
Melanie Perkins baru berusia 19 tahun ketika pertama kali mendapatkan ide untuk mengembangkan Canva. Semua bermula ketika Perkins mengajar program desain kepada rekan-rekannya di universitas, Dia menyadari bahwa sebagian besar program desain mahal, rumit, dan tidak dapat diakses. Untuk itu, dia membuat konsep desain masa depan yang sederhana, virtual, dan kolaboratif.
Bersama dengan kekasihnya Cliff Obrecht, Perkins mulai mengembangkan Canva. Namun prosesnya bahkan lebih sulit, di mana dia mendapatkan investor pertamanya setelah mendapatkan lebih dari seratus penolakan.
Perempuan dengan total kekayaan 3,6 miliar dolar AS ini secara konsisten melakukan upaya untuk menghilangkan ketidaksetaraan gender yang sangat identik dengan industri teknologi. Perkins melakukannya dengan menghilangkan bias dalam keputusan perekrutan di Canva. Canva saat ini memiliki 41 persen persen representasi perempuan, jauh lebih tinggi dari rata-rata yakni 28 persen.
Lynsi Snyder merupakan wanita yang meneruskan perusahaan warisan keluarganya, yakni In-N-Out Burger. Perempuan yang masuk ke daftar 400 orang terkaya di dunia versi Forbes ini menerapkan metode yang berbeda dalam mengembangkan In-N-Out Burger.
Berbeda dengan kompetitornya McDonald atau Burger King yang memiliki lebih dari 80 menu, In-N-Out Burger hanya menyediakan kurang dari 15 menu.