Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BUMN Bahan Peledak Kembali Operasikan Pabrik, Tekan Ketergantungan Impor
Advertisement . Scroll to see content

Duh! 760.000 Ton Beras RI Diramal Lenyap di 2024, kok Bisa?

Selasa, 15 Oktober 2024 - 19:39:00 WIB
Duh! 760.000 Ton Beras RI Diramal Lenyap di 2024, kok Bisa?
ilustrasi produksi beras nasional turun di 2024. (Foto: dok Kementan)
Advertisement . Scroll to see content

“Namun demikian kita lihat secara rinci, ini mungkin informasi lebih baik untuk kita cermati bersama-sama,” tutur dia. Penyumbang penurunan luas panen 2024 disebabkan adanya penurunan luas panen periode Januari - April, di mana luas panen turun 0,64 juta hektar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Kalau kita lihat luas panen padi sepanjang Mei - Agustus atau subround 2, dan juga September - Desember atau subround 3, selama subround 2-3 ini diperkirakan mengalami peningkatan luas panen dengan masing - masing peningkatan sebesar 0,10 juta hektar dan 0,38 juta hektar,” ujarnya.

“Patut diperhatikan bahwa luas panen pada bulan Oktober sampai Desember merupakan angka potensi. Nah, nanti kita lihat angka realisasinya setelah kita memperoleh angka realisasi,” ucap Amalia. 

Sejalan dengan proyeksi luas panen, produksi padi pada 2024 diperkirakan mencapai 52,66 juta ton gabah kering giling (GKG) atau turun 1,32 juta ton. 
Seperti halnya luas panen, penurunan produksi gabah kering giling ini terjadi pada subround 1, yaitu periode Januari - April yang turunnya sebesar 3,33 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama 2023. 

Sementara itu, untuk periode Mei - Agustus dan September - Desember terjadi kenaikan produksi gabah kering giling yang masing-masing sebesar 0,27 juta ton dan 1,74 juta ton GKG.

“Sejalan dengan gambaran luas panen secara parsial, maka wilayah Jawa diperkirakan menjadi penyumbang produksi padi nasional sepanjang 2024 yaitu 28,55 juta ton GKG, disusul oleh Sumatera dengan kontribusi sebesar 11,59 juta GKG, dan Sulawesi sebesar 6,92 juta ton GKG,” kata Amalia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut