Dukung Pemulihan Ekonomi, Kemenkominfo Prioritaskan Akselerasi Transformasi Digital

muhammad farhan ยท Minggu, 27 November 2022 - 20:00:00 WIB
Dukung Pemulihan Ekonomi, Kemenkominfo Prioritaskan Akselerasi Transformasi Digital
Dirjen Aplikasi Informatika (Apika) Kemenkominfo, Semuel A. Pangerapan. (Foto: istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memprioritaskan akselerasi transformasi digital untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Dirjen Aplikasi Informatika (Apika) Kemenkominfo, Semuel A. Pangerapan, mengatakan ekonomi digital sebagai bagian dari pilar transformasi digital telah menjadi penggerak baru pemulihan ekonomi global.

"Transformasi digital itu ada empat pilar. Pertama pilar infrastruktur, lalu pilar vertikal ada masyarakat digital, pemerintahan digital, dan ekonomi digital," kata Semuel, dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (27/11/2022).

Diketahui, dalam Presidensi G20 Indonesia 2022, Kelompok Kerja Ekonomi Digital (Digital Economy Digital Working Group/DEWG) G20, Kemenkominfo membahas tiga isu utama, yakni konektivitas dan pemulihan pascapandemi Covid-19, kemampuan digital dan literasi digital, serta arus data lintas batas negara.

Semuel menjelaskan, tujuan dari transformasi digital adalah menciptakan pemulihan ekonomi global yang lebih inklusif terutama melalui integrasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, memperluas inklusi keuangan, mempercepat literasi dan keterampilan digital, serta reformasi tata kelola.

Terkait dengan pemerintah melalui Kemenkominfo terus berupaya meningkatkan infrastruktur untuk transformasi digital agar dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Setelah Palapa Ring diresmikan presiden, dilanjutkan program satelit yang sekarang lagi dipesan. Itu akan menyembuhkan ratusan ribu titik-titik layanan pemerintahan," ujar Semuel. 

Dia menjelaskan, transformasi digital itu juga dilakukan Kemenkominfo untuk mendukung UMKM,  bukan hanya dari pencapaian target on boarding, melainkan juga memberi solusi untuk peningkatan kapasitas produk yang menjadi kebutuhan pasar.

Saat ini, lanjutnya, pola berjualan pelaku UMKM lebih dapat menghemat biaya operasional dengan adanya kemudahan teknologi. Di samping itu, perkembangan ekonomi digital juga dipacu oleh pergeseran perilaku masyarakat yang cenderung menggunakan platform digital di berbagai sektor kegiatan.

"Sekarang penjual dapat memasarkan produk lewat platform ataupun website, ini artinya liberalisasi. Semua orang dapat memanfaatkan kemudahan yang diberikan teknologi digital dan juga memperluas pemasaran," ungkap Semuel.

Seperti diketahui, bulan Oktober lalu Aptika mengajak 100 UMKM terpilih untuk memasarkan produknya di ajang UMKM Go Online Virtual Expo. Acara itu menjadi puncak dari program adopsi teknologi 4.0 bagi pelaku UMKM.

Lebih lanjut, Dirjen Semuel juga menyampaikan harapannya terhadap hasil pembahasan DEWG G20 bahwa akan ada kesepakatan untuk pembuatan kebijakan terkait pelindungan data.

"Ada beberapa isu pembahasan dan kita memahami perspektif dari masing-masing negara. Namun benang merahnya semua sepakat memang perlu pengaturan terkait data free flow, karena di era digital pasti data akan mengalir bebas. Jadi tata kelolanya sedang dicari jalan keluarnya," tutur Semuel.

Lebih lanjut, Semuel juga berharap hasil dari kesepakatan dalam tata kelola bertujuan untuk perkembangan ekonomi digital yang dapat diimplementasikan ke depannya. Apalagi Indonesia kini sudah memiliki UU Pelindungan Data Pribadi (PDP).

"Kalau undang-undang kita itu mengikuti subjeknya, jadi melewati batas negara atau beyond the juridiction. Jadi kalau ada data orang Indonesia disalahgunakan di negara lain kami bisa mengejarnya. Dengan ada kesepakatan tersebut perkembangan dan kemajuan ekonomi digital bisa terakselerasi untuk semua orang dan negara, bukan hanya negara yang ada di G20," tutur Semuel.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda