Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 4,5 Juta Warga Terima Bansos Lebih dari 5 Tahun, Kemensos Waspadai Fenomena Demotivasi
Advertisement . Scroll to see content

Ekonom Bongkar Kelemahan Sistem DTSEN yang Bikin Data Desil Keliru hingga Bansos Dicabut

Senin, 14 September 2026 - 08:14:00 WIB
Ekonom Bongkar Kelemahan Sistem DTSEN yang Bikin Data Desil Keliru hingga Bansos Dicabut
Ilustrasi bansos mulai dicabut akibat kesalahan desil dari data DTSEN. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

Yusuf menilai integrasi satu basis data nasional tetap diperlukan. Namun, peringkat desil seharusnya tidak dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan penerimaan atau pencabutan bansos.

“DTSEN tidak perlu dibuang karena integrasi data nasional sudah tepat, tetapi posisi desil harus diubah menjadi alat penyaring awal dan bukan vonis tunggal pencabutan manfaat. Sebelum kualitas datanya teruji melalui audit independen, pencabutan bantuan wajib disertai verifikasi kedua sesuai karakter program, seperti data pendidikan untuk PIP atau kepemilikan kendaraan riil untuk program tertentu,” kata Yusuf.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya buka suara mengenai keluhan masyarakat terkait peringkat desil dalam data penerima bansos yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.

“Kita perlu pendalaman lagi karena ada berbagai tantangan di bawah. Ada KTP-nya digunakan oleh orang lain atau keluarganya. Kedua, mungkin mereka belum bisa menyampaikan di forum-forum desa. Banyak sebab-sebabnya yang kita harus proaktif untuk membantu masyarakat memperbaiki data itu,” kata Gus Ipul kepada awak media di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut