Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 50 Juta Warga bakal Mengakses Portal Bansos, Kemkomdigi Uji Ketahanan Sistem
Advertisement . Scroll to see content

BPS-Kemensos Buka Metodologi DTSEN, Data Bansos bakal Terus Diperbarui

Sabtu, 12 September 2026 - 00:02:00 WIB
BPS-Kemensos Buka Metodologi DTSEN, Data Bansos bakal Terus Diperbarui
Pemerintah membuka metodologi DTSEN untuk akademisi dan terus memutakhirkan data bansos, termasuk melalui Sensus Ekonomi 2026. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah membuka ruang bagi akademisi dan publik untuk memberikan masukan terkait metodologi pembentukan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemutakhiran data juga akan dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya melalui Sensus Ekonomi 2026.

Tenaga Ahli Kementerian Sosial (Kemensos) Andi Kurniawan mengatakan, penggunaan DTSEN telah memperluas jangkauan penerima bantuan sosial (bansos). Tercatat ada 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru yang kini mendapatkan bansos.

"Pemerintah terbuka untuk menyempurnakan model-modelnya. Saya dari Kemensos juga sudah menyampaikan bagaimana memanfaatkan DTSEN untuk bantuan sosial, bagaimana dulu yang banyak tidak bisa mendapatkan bansos, sekarang ada 4,3 juta KPM baru kini mendapatkan bansos karena kita sudah menggunakan DTSEN," ucap Andi usai acara diskusi di Politeknis STIS, Jumat (11/9/2026).

Andi menambahkan, pemerintah juga tengah merancang Dynamic Social Registry serta digitalisasi bansos. Program tersebut rencananya di-roll out Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2026 dan diimplementasikan secara penuh pada Januari 2027.

"Pemerintah sudah menginisiasi digitalisasi bansos yang kemungkinan oleh Presiden akan di-roll out di Oktober ini dan diimplementasikan di Januari 2027. Tantangannya adalah jangan sampai ada masyarakat yang membutuhkan tidak terdaftar," kata dia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut