Ekonomi China Terpukul Akibat Covid-19 Varian Delta, Picu Kekhawatiran Pemulihan Global

Jeanny Aipassa ยท Rabu, 15 September 2021 - 19:11:00 WIB
 Ekonomi China Terpukul Akibat Covid-19 Varian Delta, Picu Kekhawatiran Pemulihan Global
China kembali melakukan pembatasan ketat dan testing massal seiring penyebaran Covid-19 varian Delta. (Foto: Ist)

BEIJING, iNews.id - Ekonomi China terpukul hebat pada Agustus 2021, akibat dampak penyebaran Covid-19 varian delta. Hal itu, juga memicu kekhawatiran pemulihan global, seiring dengan banyaknya negara yang berjuang mengendalikan gelombang kedua pandemi. 

Bloomberg melaporkan China telah memberlakukan pembatasan terbaru yang ketat pada perjalanan untuk meredam penyebaran pandemi Covid-19 varian delta, mulai akhir Juli 2021. 

Kebijakan itu, menyebabkan penjualan restoran & katering terkontraksi 4,5 persen pada Agustus 2021, dibandingkan Juli 2021 yang naik 14,3 persen. 

Pertumbuhan penjualan ritel China juga melambat menjadi 2,5 persen dari tahun lalu, jauh lebih rendah dari 7 persen yang diperkirakan ekonom. Hal itu disebabkan konsumen mengurangi pengeluaran selama liburan musim panas. 

Investasi konstruksi China mengalami kontraksi 3,2 persen dalam delapan bulan terakhir. Hal itu, menjadi cerminan dari pengetatan pembatasan properti oleh Pemerintah China sebagai bagian dari kampanye melawan risiko keuangan.

Kontraksi pada sektor konstruksi berimbas pada produksi baja China per Agustus 2021 yang turun ke level terendah dalam 17 bulan terakhir. Hal itu juga berdampak pada ekonomi global akibat berkurangnya permintaan China untuk komoditas seperti bijih besi.

Ekonom menilai pertumbuhan China yang melambat pada Agustus 2021 menggarisbawahi bagaimana penyebaran varian delta menantang pemulihan ekonomi dunia dari pandemi. 

"Pasar sejauh ini secara signifikan meremehkan skala perlambatan pertumbuhan di paruh kedua," kata Lu Ting, kepala ekonom China di Nomura Holdings Inc, di Hong Kong, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (15/9/2021). 

Berikut data yang dirilis Biro Statistik Nasional China : 
- Penjualan ritel naik 2,5 persen pada Agustus, meleset dari perkiraan sebesar 7 persen.
- Produksi industri meningkat 5,3 persen, meleset dari perkiraan awal sebesar 5,8 persen
- Investasi aset tetap dalam delapan bulan pertama tahun ini naik 8,9 persen dari periode yang sama tahun 2020, namun masih meleset dari perkiraan 9 persen
- Tingkat pengangguran tidak berubah pada 5,1 persen

Pemerintah China menahan diri dari stimulus luas untuk mendukung ekonomi, dengan pembuat kebijakan meningkatkan program yang ditargetkan untuk usaha kecil sebagai gantinya, dan menjanjikan dukungan fiskal melalui penggunaan obligasi pemerintah daerah. Salah satunya dengan menggulirkan pinjaman jangka menengah yang jatuh tempo daripada menyuntikkan lebih banyak likuiditas.

Banyak ekonom memperkirakan People's Bank of China akan memangkas rasio persyaratan cadangan untuk bank lagi dalam beberapa bulan mendatang menyusul pukulan ekonomi yang mengejutkan pada Agustus 2021. 

Larry Hu, kepala ekonomi China di Macquarie Securities Ltd, di Hong Kong, mengatakan kondisi pengetatan yang dilakukan China dan sejumlah negara seiring penyebaran varian delta akan menambah suram pemulihan ekonomi yang diharapkan. 

"Pemulihan global kompleks dan suram, dan dampak dari penyebaran virus serta bencana alam seperti banjir pada ekonomi, akan membuat pemulihan ekonomi masih membutuhkan waktu dan perlu diperkuat," kata Larry Hu.

Editor : Jeanny Aipassa