Harga Minyak Mentah Naik dalam Sepekan Imbas Kekhawatiran Pasokan
Eksportir minyak utama Arab Saudi dan Rusia mengumumkan pengurangan produksi baru pada minggu ini, sehingga total pengurangan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), OPEC+, dan sekutunya menjadi sekitar 5 juta barel per hari (bpd), atau sekitar 5 persen dari produksi global.
"Pemotongan produksi OPEC+ diperkirakan akan memperketat pasar, mendorong defisit pasokan pada paruh kedua tahun 2023, mendukung harga minyak yang lebih tinggi," tulis analis Morningstar dalam sebuah catatan.
Perusahaan analitik minyak Vortexa menyampaikan bahwa saat ini terdapat 10,5 juta barel minyak mentah Saudi di penyimpanan terapung di pelabuhan Ain Sukhna di Laut Merah Mesir. Angka ini turun hampir setengahnya dari pertengahan Juni.
Di Amerika Serikat, perusahaan energi minggu ini menambahkan rig minyak dan gas alam untuk pertama kalinya dalam 10 minggu, sejak peningkatan rig gas mingguan terbesar mulai Oktober 2016.
Penurunan dolar AS yang jatuh ke level terendah dalam dua minggu turut mendukung harga minyak mentah. Hal ini disebabkan pertumbuhan pasar tenaga kerja AS lebih rendah dari yang diharapkan
Meski begitu, hal tersebut masih cukup kuat untuk kemungkinan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed) untuk melanjutkan kenaikan suku bunga pada bulan ini.
Editor: Aditya Pratama