Harga Minyak Mentah Naik hingga 4 Persen, Ini 3 Pemicunya

Jeanny Aipassa ยท Sabtu, 10 September 2022 - 07:03:00 WIB
Harga Minyak Mentah Naik hingga 4 Persen, Ini 3 Pemicunya
Ilustrasi harga minyak dunia. (Foto: Istimewa)

NEW YORK, iNews.id - Harga minyak mentah melonjak hingga 4  persen pada akhir perdagangan Jumat (9/9/2022) waktu setempat atau Sabtu (10/9/2022) dini hari WIB. 

Pelemahan harga minyak dipicu 3 sentimen, yakni penguatan dolar dan kekhawatirtan investor terhadap berkurangnya permintaan akibat pembatasan pasokan minyak Rusia dan perpanjangan lockdown di China akibat Covid-19. 

Seperti dikutip Reuters, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November melonjak 3,69 dolar AS atau 4,1 persen, menjadi 92,84 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober naik 3,25 dolar AS atau 3,9 persen menjadi 86,79 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Pelemahan harga minyak mentah di kedua bursa komoditas itu menjadi yang terburuk dalam sepekan. Brent turun 0,2 persen, berdasarkan kontrak bulan depan, sedangkan WTI mencatat kerugian mingguan 0,1 persen. 

Pemicunya, mata uang AS melemah pada Jumat (9/9/2022), sehingga memberikan daya apung pada minyak. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,64 persen menjadi 109,0030 pada penutupan perdagangan. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.

Selain itu, ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin yang akan menghentikan ekspor minyak dan gas ke Eropa jika pembatasan harga diberlakukan dan pemotongan kecil untuk rencana produksi minyak OPEC+ yang diumumkan minggu ini, juga mendukung penguatan harga minyak. 

"Selama beberapa bulan mendatang, Barat harus menghadapi risiko kehilangan pasokan energi Rusia dan melonjaknya harga minyak," kata Stephen Brennock dari pialang minyak PVM.

Kekhawatiran terhadap prospek permintaan minyak yang berkurang juga dipicu perpanjangan lockdowm (penguncian) Kota Chengdu oleh otoritas China, akibat pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya melandai. Pemerintah China juga mengeluarkan imbauan agar warga negara itu menghindari perjalanan selama liburan mendatang.

Ketiga pemicu tersebut membuat pelaku pasar mengabaikan lonjakan tak terduga dalam stok minyak mentah AS. Badan Informasi Energi AS melaporkan Kamis (8/9/2022) bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu meningkat sebesar 8,8 juta barel selama pekan yang berakhir 2 September. 
Analis yang disurvei oleh S&P Global Commodity Insights memperkirakan pasokan minyak mentah AS menunjukkan penurunan 1,8 juta barel.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda