Hipmi Siap Minimalkan PHK di Tengah Pandemi Covid-19

Aditya Pratama ยท Senin, 06 Juli 2020 - 14:40:00 WIB
Hipmi Siap Minimalkan PHK di Tengah Pandemi Covid-19
Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani Maming (kedua dari kiri) dan jajaran pengurus Hipmi saat bertemu Kepala Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo (kiri) di Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/7/2020). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) siap meminimalkan PHK di tengah pandemi. Bahkan, pengusaha muda ini siap menciptakan lapangan kerja baru.

Ketua Umum BPP Hipmi, Mardani H Maming mengatakan, Hipmi dapat menjadi inisiator dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru untuk warga yang terimbas pandemi Covid-19.

Menurutnya, masih banyak jenis usaha yang dapat dikembangkan masyarakat. Salah satunya makanan dan minuman khas setempat.

"Kita jaga untuk meminimalkan PHK. Kita jaga ekosistem dunia usaha agar bisa menghadapi pandemi Covid-19. Bersama Gugus Tugas insyallah kita bisa sinergi bersama," ujar Maming lewat keterangan tertulis, Senin (6/7/2020).

Pernyataan itu disampaikan Maming saat bertemu dengan Kepala Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo.

Maming berharap para pemangku kepentingan ekonomi seperti pengusaha, buruh, pemerintah, dan UMKM harus mengedepankan kepentingan nasional dalam mengambil keputusan. Mereka bisa bekerja bersama untuk menciptakan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) ketimbang berselisih.

"Bersama-sama kita semua bisa menghadapi situasi yang sangat tidak menentu ini. Kami berharap, pemerintah pusat dan daerah fokus mengatasi pandemi Covid-19 ini supaya cepat terkendali," ujarnya.

Mantan Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan tersebut menambahkan, pengusaha siap memberikan terbaik usai diberikan stimulus ekonomi dari sisi perpajakan dan relaksasi kredit.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan BPP Hipmi Sari Pramono mengatakan, Hipmi akan melakukan sosialisasi bersama agar seluruh pengusaha menaati protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan perekonomian. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 terpapar Covid-19 di perkantoran atau pabrik.

"Kami dan BNPB terus mengadakan sosialisasi untuk protokoler kesehatan. Kita fokus adaptasi di era new normal. Insyallah ke depan kita akan mengadakan webinar bersama soal PHK yang bisa dihubungkan dengan pandemi Covid-19. Jadi, para pengusaha harus cerdas dan siap ," ujarnya.

Menurut Sari, peran SDM sangat penting bagi ekonomi dan industri yang berdaya saing. Pada 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana jumlah usia produktif mencapai 64 persen dari total penduduk 297 juta jiwa.

"Sumber daya sehat dan kuat itu penting, seperti misalnya bonus demografi antara bencana vs kesempatan. Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF), index daya saing global Indonesia pada 2017 di peringkat 47, pada 2018 menempati posisi peringkat 45, dan di peringkat 50 pada 2019," tuturnya.

Sari menyebutkan, data BPS menunjukkan, lulusan SMK mendominasi tingkat pengangguran terbuka. Oleh sebab itu, pengembangan vokasi harus diprioritaskan.

Selain itu, Sari juga menyoroti program Kartu Prakerja. Dia menyebut, seharusnya pemerintah menggandeng penyerap tenaga kerja, bukan malah menggandeng platform digital.

Selain itu, Kartu Prakerja juga ditekankan harus tetap tepat sasaran dalam penyalurannya. Dengan adanya kebijakan new normal dan Progam Kartu Prakerja yang tepat sasaran, pemerintah bisa mengurangi gelombang PHK yang terjadi lantaran pandemi Covid-19.

"Dengan menggandeng penyerap tenaga kerja, pemerintah akan punya alat ukur efektivitas pelaksanaan program dan menjadi bagian monitoring dan evaluasi," ucapnya.


Editor : Rahmat Fiansyah