IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group

MNC Media · Sabtu, 17 September 2022 - 17:41:00 WIB
IATA Makin Cemerlang, Pertambangan Salah Satu Bisnis Inti MNC Group
MNC Energy Investments terus membukukan pencapaian gemilang. Perseroan yang fokus pada pertanbangan, produksi energy jadi salah satu inti bisnis MNC Group. (Foto: MNC Media)

JAKARTA, iNews.id - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) terus membukukan pencapaian gemilang. Perseroan yang fokus pada pertambangan serta produksi energy, perdagangan dan infrastruktur tersebut menjadi salah satu bisnis inti MNC Group.

“PT MNC Energy Investments Tbk (IATA), bagian dari MNC Group, fokus pada pertambangan dan produksi energy, perdagangan dan infrastruktur. Saat ini, pertambangan dan energy merupakan salah satu bisnis inti MNC Group,”ujar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo, Sabtu (17/09/2022). 

Congrats untuk tim manajemen IATA, yang sukses mentransformasi IATA bisnis dari sektor transportasi udara menjadi operasi tambang dan energy,” sambung Hary seraya memberikan apresiasi.

Pada laporan semester I-2022, laba IATA meroket ditopang kenaikan harga batu bara. Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara.

“IATA mengumumkan laporan keuangan semester I-2022: rekor pendapatan sebesar 84,5 juta dolar AS dan laba bersih 32,2 juta dolar AS yang ditopang jumlah penjualan dan harga batu bara,” ucap Hary beberapa waktu lalu.

Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara, yang mulai membuahkan hasil pada peningkatan laba bersih menjadi 32,19 juta dolar AS pada semester I-2022, atau meningkat 735,49 persen dibandingkan dengan 3,85 juta dolar AS pada semester I 2021. Laba bersih naik 335,55 persen dari 3,63 juta dolar AS pada kuartal II 2021 menjadi 15,80 juta dolar AS pada kuartal II 2022.

Hary menambahkan, IATA juga menargetkan untuk mengungguli pencapaian ini di semester II-22.  

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Kamis (8/9/2022), laba bersih IATA juga tumbuh secara signifikan dari negatif 1,70 juta dolar AS menjadi positif 32,19 juta dolar AS. Hal ini terutama disebabkan oleh permintaan tinggi untuk sumber daya energi seperti batu bara sebagai akibat dari negara-negara yang bergantung pada minyak dan gas berebut untuk mencari alternatif setelah mengalami kesulitan dalam mengamankan pasokan.

Dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun 2021, pendapatan usaha meningkat tajam sebesar 254,36 persen atau 84,50 juta dolar AS pada semester I 2022 dari 23,85 juta dolar AS semester I 2021. Kenaikan juga dapat dilihat dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, dari 13,63 juta dolar AS di kuartal II 2021 menjadi 44,11 juta dolar AS di kuartal II 2022 atau sebesar 223,61 persen.

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda