Harga Batu Bara Meroket, Laba IATA Melesat

MNC Media ยท Kamis, 08 September 2022 - 08:20:00 WIB
Harga Batu Bara Meroket, Laba IATA Melesat
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melaporkan laba bersih melesat di semester I 2022, seiring meroketnya harga batu bara. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melaporkan laba bersih melesat dari minus 1,70 juta dolar AS pada semester I 2021, menjadi 32,19 juta dolar AS pada semester I 2022, seiring meroketnya harga batu bara

Perseroan menyampaikan laporan keuangan antara semester I 2022 dan Semester I 2021 dengan menggunakan 2 metode. Pertama, menggunakan jumlah aktual IATA per H1-2021, sebelum konsolidasi PT Bhakti Coal Resources (BCR). Kedua, sesuai dengan PSAK 38 DK24 yang mengharuskan laporan keuangan disajikan secara proforma setelah BCR
dikonsolidasikan.

Berdasarkan hasil aktual semester I 2021 sebelum konsolidasi BCR, perseroan melaporkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 1.734,35 persen dari 4,61 juta dolar AS pada semester I 2021 menjadi 84,50 juta dolar AS pada semester I 2022. 

Demikian pula, EBITDA Perseroan tumbuh dari 545.000 dolar AS pada semester I 2021 menjadi 44,72 juta dolar AS pada semester I 2022, atau sekitar 8.098,60 persen. 

Laba bersih Perseroan juga meroket dari minus 1,70 juta dolar AS pada semester I 2021, menjadi 32,19 juta dolar AS pada semester I 2022. 

Hal ini terutama disebabkan oleh permintaan tinggi untuk sumber daya energi seperti batu bara sebagai akibat dari negara-negara yang bergantung pada minyak dan gas berebut untuk mencari alternatif setelah mengalami kesulitan dalam mengamankan pasokan.

Sementara sesuai komparasi berdasarkan PSAK 38 DK24, dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun 2021, pendapatan usaha meningkat tajam sebesar 254,36 persen atau 84,50 juta dolar AS pada semester I 2022 dari 23,85 juta dolar AS pada semester I 2021. Kenaikan juga dapat dilihat dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, dari 13,63 juta dolar AS di kuartal II 2021 menjadi 44,11 juta dolar AS di kuartal II 2022 atau sebesar 223,61 persen. 

Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara, yang mulai membuahkan hasil pada peningkatan laba bersih menjadi 32,19 juta dolar AS pada semester I 2022, melesat 735,49 persen dibandingkan 3,85 juta dolar AS pada semester I 2021.

Laba bersih perseroan juga naik sebesar 335,55 persen dari 3,63 juta dolar AS pada kuartal II 2021 menjadi 15,80 juta dolar AS pada kuartal II 2022.

Keuntungan yang dibukukan IATA berasal dari anak usaha BCR yaitu PT Putra Muba Coal (PMC) dan PT Bhumi Sriwijaya Perdana Coal (BSPC), yang masing-masing menargetkan produksi sebanyak 4,5 juta MT dan 1,8 juta MT untuk tahun 2022, meningkat dari 2 juta MT dan 590.000 MT di 2021.

Selain PMC dan BSPC, anak perusahaan BCR lainnya, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) telah memulai produksi batu bara pada Juli 2022. 

Memiliki salah satu area konsesi terbesar seluas 15 ribu hektar, IATA yakin IBPE pada kuartal depan dan seterusnya akan memberikan kontribusi signifikan. IBPE ditargetkan memproduksi 500.000 MT batu bara pada tahun 2022. Di samping itu, PT Arthaco Prima Energy (APE), juga ditargetkan untuk mulai produksi dalam tahun ini.

Perseroan sedang menjalankan aksi korporasi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) awal tahun ini.

IATA berencana menerbitkan 14.840.555.748 saham yang dananya akan digunakan untuk pelunasan seluruh Surat Sanggup yang diterbitkan kepada PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) dalam rangka pengambilalihan BCR. 

Selain itu, akan digunakan sebagai setoran modal kepada perusahaan anak yang akan digunakan untuk pengembangan usaha di bidang batu bara dan migas dan modal kerja Perseroan. Pasca HMETD, BHIT akan memiliki kepemilikan maksimal 56,97 persen di IATA.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda