Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perbankan Ungkap Investasi Emas Kian Dilirik untuk Persiapan Haji
Advertisement . Scroll to see content

Industri Perbankan Dituntut Adaptif Hadapi Perkembangan AI dan Perubahan Regulasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:40:00 WIB
Industri Perbankan Dituntut Adaptif Hadapi Perkembangan AI dan Perubahan Regulasi
Industri perbankan dituntut untuk menjalankan operasional yang lebih efisien. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Di tengah percepatan digitalisasi dan pergeseran regulasi ketenagakerjaan, industri perbankan dituntut untuk menjalankan operasional yang lebih efisien tanpa mengesampingkan kepatuhan serta kualitas layanan.

Kondisi ini mendorong organisasi untuk membangun operasional yang adaptif guna mempertahankan daya saing dan siap menghadapi masa depan. Oleh karena itu, workplace solution merupakan aspek penting dalam operasional yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kepatuhan, sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi karyawan maupun nasabah. 

Menjawab tantangan tersebut, ISS Indonesia menggelar forum Banking Connect 2026 bertajuk “Building Future-Ready Banking Operations: Lean, Smart and Sustainable” di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Forum yang mempertemukan regulator, asosiasi pengusaha, serta lebih dari 40 praktisi perbankan nasional ini menjadi wadah berdiskusi mengenai pengelolaan outsourcing, pemanfaatan teknologi, hingga transformasi ruang kerja (workplace solution).

Tantangan Biaya Operasional dan Regulasi

Ketua Komite Regulasi APINDO, Myra M. Hanartani, menyoroti tekanan yang dihadapi pelaku usaha akibat kenaikan biaya operasional dan kesiapan sumber daya manusia. Ia merumuskan lima langkah adaptasi utama bagi dunia usaha.

"Perusahaan perlu menerapkan lima langkah utama, yaitu comply, prepare, streamline, productive, dan adapt agar tetap kompetitif dan berkelanjutan di tengah perubahan bisnis dan teknologi," ujar Myra M Hanartani, Kamis (20/8/2026).

Ketua Tim Perancangan UU Ketenagakerjaan Kemnaker, Andi Awaluddin, menegaskan pentingnya regulasi yang seimbang antara perlindungan pekerja dan iklim investasi. Regulasi mendatang diarahkan agar visioner merespons perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta fenomena gig economy. 

Dari sudut pandang praktisi, Vice President Outsourcing Management PT Bank Central Asia Tbk, Norwin Zebua, turut membagikan pengalaman operasional dalam menjaga kepatuhan dan tata kelola outsourcing di industri perbankan yang memiliki tingkat regulasi tinggi (highly regulated).

Sebagai penyedia Integrated Facility Management (IFM), ISS Indonesia menawarkan pendekatan workplace solution yang berorientasi pada hasil (output-based). Skema ini dinilai efektif mendukung model kerja hybrid pada perbankan modern.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut