Ini Alasan BI Koreksi Pertumbuhan Kredit di 2017
JAKARTA, iNews.id – Bank Indonesia sebelumnya memprediksi pertumbuhan kredit tahun 2017 bisa mencapai 10%-12% yang akhirnya dikoreksi lebih rendah menjadi sekitar 8%.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, membantah adanya pelemahan pertumbuhan kredit. Sebab, ada alasan kenapa pertumbuhan tidak terlihat naik pesat.
Menurut dia, tahun 2013 korporasi sudah melakukan ekspansi besar-besaran dibanding tahun ini. Kemudian ekonomi terkena taper tantrum sehingga melakukan pemulihan dan belum memerlukan tambahan kapasitas.
"Karena tambahan kapasitas sudah terjadi di 2013. Kelihatan makanya kenapa kredit investasi belum naik. Kalau pemulihan terus berlanjut maka nantinya akan diikuti pertumbuhan kredit investasi dan modal kerja," ujarnya di Gedung Thamrin BI, Kamis 16 November 2017 malam.
BI menetapkan Countercyclical Capital Buffer (CCB) 0% yang ditetapkan setiap enam bulan. Ia mengatakan, jika ekonomi booming maka CCB akan dinaikkan.