Jika PPKM Berlanjut, PHK Massal Bayangi Pekerja Hotel

Avirista Midaada ยท Minggu, 25 Juli 2021 - 12:30:00 WIB
Jika PPKM Berlanjut, PHK Massal Bayangi Pekerja Hotel
Jika PPKM dilanjutkan, PHRI menyatakan, PHK massal bayangi pekerja hotel. Foto: Avirista Midadaa

MALANG, iNews.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat bisnis hotel di Kota Malang makin tertekan. Pendapatan yang minim dan beban yang berat membuat mereka harus mengurangi beban operasional, seperti pengurangan tenaga kerja. 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur Dwi Cahyono mengatakan, sebelum penerapan PPKM darurat pada awal Juli lalu, bisnis perhotelan dan restoran di Jawa Timur sudah cukup terdampak pandemi Covid-19. Tekanan makin berat ketika diberlakukan PPKM, di mana mobilitas dan kegiatan masyarakat sangat dibatasi. 

Pembatasan tersebut membuat okupansi perhotelan di Jawa Timur anjlok drastis hingga kurang dari 10 persen. Akibatnya, mereka terpaksa merumahkan sebagian karyawan.

"Kita lebih memilih merumahkan 50 persen lebih karyawan, seluruh hotel dan restoran di Jawa Timur itu. Kalau tidak, ya tidak bangkit lagi," kata Dwi di Malang, Minggu (25/7/2021). 

Lebih lanjut dia mengatakan, langkah merumahkan karyawan tanpa dibayar itu menjadi pilihan realistis yang dapat ditempuh sektor perhotelan, agar bisa bertahan di tengah dampak ekonomi imbas pemberlakuan PPKM darurat. 

"Untuk hotel dan restoran di Jatim, kita sudah lempar handuk, enggak tahu harus bagaimana menyelamatkan, khususnya karyawan. Jadi kita pikirkan pertama karyawan, kemarin habis hari raya (Hari Raya Idul Fitri) karyawan sudah kita gilir, masuknya separuh-separuh. Satu hari libur, satu hari masuk," tuturnya. 

"Ada PPKM ini memang kita sampai merumahkan tanpa dibayar. Kalau berlanjut bukan tak mungkin ada PHK massal. Jadi sekarang sudah sangat berat sekali," imbuh Dwi. 

Saat ini, kata Dwi, kondisinya lebih parah dibanding tahun lalu. Pada 2020 lalu, akibat PSBB, dia menuturkan, ada sekitar 15.000 pekerja hotel dirumahkan.

"Kalau ini lebih dari itu, sekitar 25 ribuan yang langsung terdampak, belum supplier UMKM, yang tergantung di hotel restoran itu lebih banyak lagi," ucapnya. 

Editor : Jujuk Ernawati