Jokowi: Penerima PKH Ditingkatkan Jadi 10 Juta, Besaran Naik 25 Persen

Felldy Utama, Rizki Maulana ยท Selasa, 31 Maret 2020 - 16:05 WIB
Jokowi: Penerima PKH Ditingkatkan Jadi 10 Juta, Besaran Naik 25 Persen

Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menambah jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari 9,2 juta menjadi 10 juta peserta. Selain itu besaran bagi penerima juga dinaikkan sebesar 25 persen.

Keputusan menambah jumlah peserta PKH disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konferensi pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3/2020). Keputusan ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah berupa berupa penyiapan bantuan kepada masyarakat lapisan bawah.

“Kita siapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli,” kata Jokowi.

Kepala Negara menuturkan, selain itu pemerintah juga ingin menjaga dunia usaha, usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerjanya.

Jokowi menegaskan, penerima PKH dinaikkan dari 9,2 juta menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. Besaran manfaanya juga dinaikkan 25 persen.

“Misalnya untuk ibu hamil naik dari Rp2,4 juta menjadi Rp3 juta per tahun. Komponen anak usia dini menjadi Rp3 juta per tahun, dan penyandang disabilitas Rp2,4 juta per tahun. Kebijakan ini efektif April 2020,”ucap Jokowi.

Selain PKH, Jokowi juga menaikkan penerima Kartu Sembako menjadi 20 juta penerima manfaat. Nilainya juga dinaikkan 30 persen dari Rp150.000 menjadi Rp200.000. Kartu Sembako akan diberikan selama 9 bulan.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menaikkan anggaran Kartu Pra Kerja dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang. Kartu Pra Kerja terutama untuk pekerja informal dan pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19.

“Daan nilai manfaatnya Rp650.000 sampai Rp1 juta per bulan selama 4 bulan ke depan,” kata Jokowi.

Editor : Zen Teguh