Kemendag Blokir 2.453 Jasa Cetak Kartu Vaksin di Marketplace, Ini Alasannya

Anggie Ariesta ยท Minggu, 15 Agustus 2021 - 11:43:00 WIB
Kemendag Blokir 2.453 Jasa Cetak Kartu Vaksin di Marketplace, Ini Alasannya
Kemendag blokir 2.453 produk dan jasa pencetakan kartu vaksin Covid-19.

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) memblokir sejumlah produk dan jasa pencetakan kartu vaksin secara daring di platform marketplace (lokapasar). Ini dilakukan demi mencegah kebocoran data pribadi masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19.  

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) telah melakukan proses penurunan (take down) tautan tersebut dan memblokir kata kunci (keyword) yang mengandung frase sertifikat vaksin, jasa cetak vaksin, dan sejenisnya.

"Sejauh ini sudah dilakukan pemblokiran sebanyak 137 kata kunci dan 2.453 produk dan jasa pencetakan kartu vaksin," kata Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Veri Anggrijono dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (15/8/2021).

Dia mengingatkan supaya konsumen lebih hati-hati dalam bertransaksi elektronik, khususnya dalam memercayakan data pribadi untuk mencetak kartu vaksin demi keamanan konsumen. Pasalnya, penawaran jasa mencetak kartu vaksin yang ditawarkan marketplace dapat berpotensi melanggar ketentuan perlindungan data pribadi.

Dia menuturkan, masyarakat sebagai konsumen harus memperhatikan data pribadi merupakan milik pribadi yang penggunaannya harus didasarkan kepada persetujuan. Veri mengatakan, penyerahan tautan pesan singkat yang disampaikan oleh masyarakat yang diterima setelah dilakukan vaksinasi Covid-19 dapat dianggap sebagai persetujuan penggunaan data pribadi.

Sementara untuk mencetak kartu vaksin, masyarakat akan diminta memberikan pesan singkat yang berisikan tautan untuk membuka sertifikat vaksinasi Covid-19. Sertifikat vaksinasi Covid-19 memuat data pribadi seperti nomor identitas dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau informasi pribadi lainnya.

“Oleh karena penyerahan tautan pesan singkat kepada pelaku usaha pencetak kartu sudah vaksin Covid-19 akan berisiko terhadap perlindungan data pribadi konsumen,” ucap Veri.

Editor : Jujuk Ernawati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda