Kemenkop UKM Bangun Ekosistem Transformasi Koperasi dan UMKM Masa Depan

Dinar Fitra Maghiszha ยท Selasa, 28 September 2021 - 07:05:00 WIB
Kemenkop UKM Bangun Ekosistem Transformasi Koperasi dan UMKM Masa Depan
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, Kemenkop UKM punya logo baru sejalan dengan gerakan ekosistem transformasi koperasi dan UMKM masa depan. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) meluncurkan logo baru sejalan dengan gerakan untuk melakukan percepatan koperasi modern dan UMKM agar naik kelas, yang disebut dengan Ekosistem untuk Transformasi Koperasi dan UMKM. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, untuk merancang ekosistem UMKM masa depan, perlu membangun pola pikir yang modern.

“Saya ingin menyampaikan, untuk menjadikan koperasi modern dan UMKM naik kelas, maka kita sebagai pemangku utama kepentingan itu harus terlebih dahulu membangun pola pikir yang modern, yaitu pola pikir yang mampu merancang ekosistem terbaik untuk Koperasi dan UMKM masa depan,” kata Teten dalam Peluncuran Ekosistem untuk Transformasi Koperasi dan UMKM secara daring, Senin, (27/9/2021).

Selama setahun lebih, pandemi mendorong pelaku koperasi dan UMKM untuk beradaptasi dan bertransformasi. Tidak hanya bertahan, tetapi juga untuk mematangkan diri dan mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Teten memastikan ekosistem baru ini tercermin di dalam logo baru Kementerian Koperasi dan UKM yang menjadi simbol visi masa depan dan kemajuan yang modern. 

“Melalui simbol kemajuan yang modern, mari bersama-sama kita bangun Ekosistem untuk Transformasi Koperasi dan UMKM masa depan,” ujarnya.

Logo ini, kata dia, diluncurkan untuk menandai tranformasi UMKM masa depan, yang berbasis kreativitas dan inovasi teknologi. Tidak berhenti hanya sampai logo, Kemenkop UKM juga mengubah sejumlah hal mulai dari tata kelola hingga cara kerja yang berbasis pada ekosistem.

“Mudah-mudahn nanti UMKM dengan semangat baru dan logo baru, ada spirit, motivasi, dan inovasi baru. Mudah-mudahan UMKM bisa menjadi betul-betul tulang punggung ekonomi nasional dan lebih punya daya saing. Tulang punggung ekonomi nasional bukan hanya ketika krisis tapi juga penopang ekonomi nasional. Untuk itu produknya harus punya daya saing dan inovasi harus terus dilakukan,” tuturnya.

Dia menuturkan, Kemenkop UKM dalam ekosistem baru akan terus adaptif dan berinovasi dalam berbagai program dan kebijakan dengan melakukan perubahan-perubahan yang berorientasi pada kepentingan publik. Teten juga meyakini hal tersebut sudah menjadi kewajiban seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan kolaborasi serta kerja sama yang dinamis dan terkoneksi antarekosistem lintas-kementerian, komunitas, profesional, insan koperasi, pelaku UMKM, serta masyarakat.

Dia juga menjelaskan telah melakukan berbagai program prioritas, antara lain mendorong terwujudnya Basis Data Tunggal KUMKM serta melakukan kemitraan dan kolaborasi dengan BUMN melalui peningkatan peran koperasi dan UMKM dalam rantai pasok global (global value chain) dan berorientasi ekspor.

“Seluruh organ Kementerian Koperasi dan UKM bekerja bak sebuah rantai yang saling terpaut, menjadi sebuah ekosistem yang bergerak bersama untuk mencapai tujuan,” ucap Teten.

Penciptaan wirausaha muda produktif merupakan program prioritas yang dijalankan melalui ekosistem kewirausahaan yang terintegrasi dengan model pelatihan, pendampingan, dan inkubator wirausaha. Hal ini juga didukung melalui Smesco Indonesia, sebagai Center of Excellence untuk melahirkan UKM Masa Depan.

Smesco Indonesia juga telah mewujudkan inisiatif terbaru untuk solusi logistik bagi pelaku UMKM dalam hal pendistribusian produk melalui Smesco Fulfillment Center (SFC) dan Smesco Indonesia Retail Network (SIREN). Smesco juga menyediakan layanan usaha lain, yakni Pusat KUR BRI, BNI Xpora, Pusat Wastra Nusantara, Apindo UMKM Akademi, Smesco Labo, dan Sky Eat Cloud Kitchen.

Untuk tercapainya koperasi modern dilaksanakan melalui korporatisasi pangan, Factory Sharing, Koperasi Multi Pihak dan penguatan kelembagaan serta usaha anggota koperasi melalui strategi amalgamasi serta dukungan pembiayaan melalui LPDB-KUMKM  dengan menyalurkan 100 persen untuk koperasi.

“Tak ketinggalan, proses transformasi dari usaha informal menjadi formal dipercepat, melalui Gerakan Transformasi Formal Usaha Mikro (Transfumi) untuk kemudahan akses, penyederhanaan perizinan dan perlindungan UMKM,” tuturnya.

Teten juga menekankan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kementerian Koperasi dan UKM juga dihadirkan melalui transformasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Layanan ini menyediakan akses yang sebaik-baiknya bagi orang yang baru memulai usaha atau yang sudah berwirausaha.

“Jadi kita buka pintu seluas-luasnya untuk mereka bisa kapan saja datang berkonsultasi. Kita membuat sistem untuk mengatasi hambatan. Selain di Smesco, kita juga menyediakan ahli-ahli untuk diskusi dan memberikan solusi. Selain itu, juga tersedia di daerah-daerah PLUT di 76 kabupaten. Kemudian juga kami sediakan di Kemenkop UKM. Jika ada kendala di daerah, bisa langsung ditangani di kementerian secara terpusat,” kata Teten.

Selain itu, ada pula revitalisasi perpustakaan yang memiliki kualitas layanan dan fasilitas yang lebih representatif serta berbasis digital serta perbaikan fasilitas penunjang kesehatan Klinik Pratama bagi para pegawai.

Untuk diketahui, makna logo Kemenkop UKM yang baru diluncurkan ini memiliki nilai utama, yakni kerja sama, seperti anyaman yang saling memperkuat secara berkesinambungan, sehingga membentuk budaya kerja yang positif dan optimis menghadapi segala tantangan. Simbol Kerja Sama, dimaksudkan bekerja sama dalam kolaborasi, agar menjadi semangat gotong royong menjadi kekuatan utama Kemenkop UKM.

Simbol Anyaman, dimaksudkan saling mendukung dan produktif dalam berkarya dan saling mendukung antarsesama. Sedangkan simbol Senyum, berarti bekerja optimistis dan positif dimaksudkan budaya kerja Kemenkop UKM yang optimistis membangun energi positif.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: