Kisah CEO Binance dari Karyawan McDonalds Jadi Miliarder Kripto Terkaya di Dunia

Suparjo Ramalan ยท Sabtu, 15 Januari 2022 - 06:45:00 WIB
Kisah CEO Binance dari Karyawan McDonalds Jadi Miliarder Kripto Terkaya di Dunia
CEO Binance Changpeng Zhao dari karyawan mcDonalds jadi miliarder terkaya kripto.

SINGAPURA, iNews.id - Pendiri dan CEO Binance Changpeng Zhao diperkirakan lebih kaya dari Mark Zuckerberg jika memperhitungkan kripto yang dimilikinya. Itu berdasarkan perkiraan Bloomberg.

Berdasarkan data real time Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Mark tercatat sebesar 122 miliar dolar AS. Sedangkan, kekayaan Zhao tanpa memperhitungkan kripto miliknya, sebesar 94,1 miliar dolar AS atau berada di peringkat 12 orang terkaya dunia. 

Sementara jika memperhitungkan kripto miliknya, hartanya melebihi Mark Zuckerberg. Zhao adalah miliarder kripto terkaya di dunia. Kesuksesan Zhao menjadi salah satu orang terkaya di dunia berasal dari kerja keras. Zhao lahir di Jiangsu, China pada 1977. 

Mengutip Next Big Brand, orang tuanya berprofesi sebagai guru. Ayahnya adalah seorang profesor yang dicap sebagai intelek proborjuis, yang diasingkan tak lama setelah Zhao lahir. 

Pada akhir 1980-an, keluarganya pindah ke Vancouver, Kanada. Hal itu telah mengubah hidupnya. Saat remaja, dia terpaksa ikut bekerja keras untuk membantu keluarganya supaya bisa bertahan hidup. Zhao bekerja di restoran cepat saji McDonalds dan malam harinya bekerja di pom bensin. 

Zhao menghabiskan waktu di Tokyo dan New York setelah meepelajari ilmu komputer di McGill University di Montreal. Pertama mengembangkan sistem untuk mencocokkan pesanan perdagangan di Bursa Efek Tokyo, kemudian di Bloomberg's Tradebook, di mana dia mengembangkan perangkat lunak untuk perdagangan berjangka. 

Zhao yang menjadi ahli di bidang pengkodean dipromosikan tiga kali dalam waktu kurang dari dua tahun untuk mengawasi tim di New Jersey, London, dan Tokyo saat usianya 27 tahun. Kemudian pada 2005, dia berhenti dari pekerjaannya dan pindah ke Shanghai untuk meluncurkan Fusion Systems, sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri dalam mengembangkan beberapa sistem perdagangan frekuensi tinggi tercepat di dunia untuk pialang.

Pada 2013, Zhao bertemu dengan seorang pemodal ventura yang dengannya dia bermain poker dan belajar tentang bitcoin. Setelah itu, dia bergabung dengan Blockchain.info, dompet cryptocurrency. Dia bekerja dengan pendukung bitcoin terkenal seperti Roger Ver dan Ben Reeves sebagai kepala pengembangan selama delapan bulan. Dia juga menghabiskan kurang dari satu tahun sebagai chief technology officer OKCoin, platform untuk perdagangan spot aset fiat dan digital.

Saat itu, Zhao juga sedang mempertimbangkan membuat pertukaran aset digital miliknya sendiri yang tidak akan berurusan dengan mata uang fiat. Pada Juli 2017, akhirnya dia menciptakan Binance, setelah mengumpulkan 15 juta dolar AS dalam penawaran koin awal.

Dalam waktu kurang dari delapan bulan, Zhao mengembangkan Binance menjadi bursa mata uang kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.

Meski Binance dibentuk baru sekitar empat tahun lalu, namun sudah mendominasi pasar mata uang digital. Binance, menurut data dari CryptoCompare, mengeksekusi lebih banyak transaksi cryptocurrency harian senilai 76 miliar dolar AS daripada gabungan empat pesaing terdekatnya.

Binance menghasilkan uang dari biaya perdagangan, bunga pinjaman, biaya dari program broker, spread, barang cloud, biaya pertukaran, layanan penambangan, dan pendapatan investasi. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: