Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo bakal Berikan 10 Persen Saham Freeport Indonesia untuk Masyarakat Papua
Advertisement . Scroll to see content

Kontrak Freeport Habis 2021 Kok Indonesia Bayar? Ini Penjelasan Inalum

Senin, 24 Desember 2018 - 13:21:00 WIB
Kontrak Freeport Habis 2021 Kok Indonesia Bayar? Ini Penjelasan Inalum
Tambang Grasberg, Papua. (Foto: Ant)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Keputusan pemerintah menguasai mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI) dikritik sejumlah kalangan. Sebagian pendapat menyebut, pemerintah membayar sesuatu yang sebenarnya milik Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Antar Lembaga PT Inalum (Persero), Rendi Witular mengatakan, langkah perseroan membeli saham PTFI tidak seperti membeli "barang sendiri."

"Sangat disayangkan beberapa pengamat tidak membaca data dan Kontrak Karya (KK) PTFI sebelumnya namun berani membuat analisa bodong dan menyesatkan publik seolah-olah kita membeli tanah air kita sendiri," kata Rendi, Senin (24/12/2018).

Pada akhir pekan lalu, pemerintah Indonesia melalui Inalum resmi menguasai saham mayoritas PTFI. Porsi saham Inalum di anak usaha Freeport McMoRan naik dari 9,36 persen menjadi 51 persen.

Inalum harus merogoh kocek 3,85 miliar dolar AS atau setara Rp55 triliun untuk menjadi pengendali PTFI menggantikan Freeport McMoRan. PTFI diketahui mengelola tambang Grasberg di Papua dengan kekayaan emas, perunggu dan perak sebesar Rp2,400 triliun hingga 2041.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut