Korporasi Swasta Bisa Buka Layanan Vaksinasi Covid-19 Berbayar, Ini Syaratnya
JAKARTA, iNews.id - PT Kimia Farma mulai membuka layanan vaksinasi Covid-19 individual berbayar di delapan klinik miliknya mulai besok, Senin (11/7/2021). Selain Kimia Farma, korporasi swasta juga memiliki peluang untuk membuka layanan yang sama.
PT Bio Farma (Persero) menyatakan, pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong untuk individu berbayar akan diperluas kepada korporasi swasta. Perluasan akan dilakukan berdasarkan pertimbangan fasilitas kesehatan (faskes) yang dimiliki perusahaan.
Juru Bicara PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto mengatakan, syarat yang dimaksud sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 19 Tahun 2021. Adapun faskes yang dimaksud adalah cool room, vaksinator, izin dari Kemenkes, dan sejumlah prosedur pelayanan yang dimiliki.
Untuk memperoleh akses tersebut, manajemen perusahaan harus mengajukan kepada Bio Farma. Dalam prosesnya, Holding BUMN Farmasi tersebut akan melakukan pengkajian ulang.
"Jadi fasilitas kesehatan yang swasta juga boleh, asal memenuhi persyaratan, sepanjang dia tidak menjalankan program vaksinasi pemerintah. Jadi tidak ada hal yang khusus," kata Bambang dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (11/7/2021).
Dia menjelaskan, Vaksinasi Gotong Royong untuk individu merupakan program vaksinasi gotong royong yang diperluas melalui Permenkes Nomor 19 Tahun 2021, di mana jika sebelumnya fasilitator atau pelaksana Vaksinasi Gotong Royong adalah perusahaan berbadan hukum atau badan usaha milik negara (BUMN) untuk karyawan dan keluarganya, maka mulai besok, pemerintah memperluas pelayanan melalui klinik milik PT Kimia Farma Tbk dan pihak swasta lain yang difokuskan untuk individu secara berbayar.
"Sekarang diperluas, ada perubahan atau perluasan target atau sasarannya," ucapnya.
Adapun vaksin Sinopharm menjadi jenis vaksin yang digunakan Kimia Farma untuk melaksanakan Vaksinasi Gotong Royong individu berbayar. Bambang menuturkan, jenis vaksin yang digunakan emiten farmasi pelat merah itu harus berbeda dengan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi pemerintah.
"Vaksin yang digunakan untuk program Vaksinasi Gotong Royong tidak boleh sama atau menggunakan vaksin program pemerintah. Saat ini, vaksin yang digunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong adalah vaksin Sinopharm," ujar dia.
Editor: Jujuk Ernawati