Krisis Energi Melanda Eropa, 2 Negara Ini Incar Gas Alam Indonesia
Sebelumnya, Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief Setiawan Handoko, mengungkapkan ada beberapa negara-negara Eropa yang meminta suplai gas alam ke negaranya. Namun SKK Migas menyatakan tidak ada pasokan LNG yang tersisa untuk memenuhi pembeli dari Eropa. Pemerintah lebih mengutamakan kebutuhan pembeli lokal.
"Yang jelas 2023 enggak bisa mencukupi, kecuali ada tambahan baru gas dari Kalimantan masuk ke LNG Bontang, nah itu mungkin bisa," ujar Arief.
Dia menjelaskan, setidaknya produksi siap jual (lifting) LNG hingga Semester I-2022 telah mencapai 88,5 kargo. Produksi tersebut berasal dari Kilang Tangguh sebanyak 50,2 kargo dan sisanya berasal dari Kilang Bontang yakni 38,3 kargo.
Sementara, sepanjang tahun ini total lifting LNG diproyeksikan dapat mencapai 197,6 kargo yang terdiri atas lifting dari kilang Tangguh 116,6 kargo dan sisanya dari Kilang Bontang 81 kargo.
Sebelumnya, Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) menyebut jumlah ekspor batu bara Indonesia ke negara-negara Eropa hingga September mencapai 3,5 juta ton sampai 4 juta ton.
Sejumlah negara yang memesan batu bara RI antara lain Polandia, Belanda, Jerman, Spanyol dan Yunani. Bahkan, APBI mencatat ada satu negara Eropa yang juga baru memesan batu bara dari Indonesia yakni Slovenia.
Editor: Jeanny Aipassa