Malaysia Satu-satunya Negara Asing yang Pernah Investasi di Jalan Tol
Terkait dengan itu, Nurdin terus mengajak investor asing untuk berinvestasi di proyek pembangunan jalan tol. Pasalnya, beberapa investor asing justru lebih tertarik untuk mencaplok atau membeli saham ruas tol yang sudah jadi.
Dia mencontohkan, investor asal Hong Kong Road King Expressway (RKE) melalui anak perusahaannya Kings Ring Limmited (KRL) yang mengambil alih 30% saham di Ruas Tol Medan–Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) dengan nilai investasi sebesar Rp824 miliar.
“Iya cuma yang dari Hong Kong itu, maunya ambil alih (jalan tol, Red) yang sudah beroperasi,” tutur Nurdin.
Sebelumnya Kepala BPJT, Danang Parikesit, menyatakan tengah menunggu para investor yang berasal dari timur tengah untuk berinvestasi di proyek jalan tol.
Harapan ini muncul setelah dilakukannya perubahan nama jalan tol layang Jakarta-Cikampek II atau Jakarta-Cikampek II Elevated menjadi Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ).
Menurut Danang, saat ini masih belum banyak investor dari timur tengah yang masuk ke proyek jalan tol. Oleh karena itu, dengan adanya perubahan nama ini diharapkan semakin banyak investor dari Timur Tengah yang berminat untuk menanamkan modalnya di proyek Jalan Tol.
"Kalau boleh bicara harapan, di sektor jasa jalan tol ini investor-investor dari Timur Tengah ini kan belum banyak yang masuk. Harapan kita dengan adanya jalan tol layang MBZ ini cukup banyak investor Timur Tengah yang menaruh minatnya untuk investasi di jalan tol Indonesia," kata Danang.
Editor: Jeanny Aipassa