Mentan Amran Tegaskan Pentingnya Permudah Izin Usaha, Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi
"Jadi, yang harus bergerak aktif adalah, yang kita harus jaga adalah Kadin-Kadin kita, pengusaha kita. Kenapa Kadin ini sangat penting? Dan kita harus layani mereka. Kalau butuh administrasi, macam-macam, kenapa? Kami lihat di Dubai, kami lihat di Vietnam, itu 1 jam, 2 jam administrasi selesai. Mungkin bila perlu, negara yang menyelesaikan administrasinya, mereka tinggal menyiapkan dana, kemudian berbisnis," kata Amran.
Amran turut menekankan besarnya peluang hilirisasi sektor pertanian jika perizinan dipermudah. Dia mencontohkan komoditas kelapa yang saat ini diekspor dalam bentuk mentah senilai Rp24 triliun. Jika diolah menjadi produk turunan seperti coconut milk atau PCO, nilainya bisa melonjak hingga 107 kali lipat.
Potensi besar juga datang dari air kelapa yang jika dikemas baik mampu mencapai nilai Rp2.400 triliun. Jika digabungkan dengan nilai hilirisasi kelapa, totalnya mencapai Rp5.000 triliun atau setara satu setengah APBN.
"Kalau 100 kali lipat saja dari Rp24 triliun, itu jadi Rp2.400 triliun,” ucapnya.
Selain itu, komoditas gambir, yang 80 persen suplai dunia berasal dari Indonesia dinilai memiliki potensi hilirisasi besar untuk produk seperti sampo, sabun, tinta, hingga kosmetik. Nilainya diprediksi bisa mencapai Rp5.000 triliun.