Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Datangi KPK, Airlangga Konsultasi Rencana Beli Energi dan Pesawat dari AS
Advertisement . Scroll to see content

Pelaku Usaha Migas Diminta Siap Hadapi Transisi Menuju Energi Hijau

Selasa, 30 November 2021 - 14:54:00 WIB
Pelaku Usaha Migas Diminta Siap Hadapi Transisi Menuju Energi Hijau
Pelaku usaha migas diminta siap hadapi transisi menuju energi hijau
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta seluruh pelaku usaha di sektor minyak dan gas (migas) untuk siap menghadapi proses transisi energi menuju energi hijau (green energy).

“Bapak Presiden selalu ingatkan agar kita selalu bersiap, hadapi era baru, beberapa kebijakan yang dilakukan pengembangan B30 hingga B100 dan bioavtur harus terus dilakukan dan penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk sektor transportasi dan industri,” kata dia dalam video virtual, Selasa (30/11/2021).

Dia menjelaskan, pemerintah juga akan memperhatikan kecukupan energi untuk mendukung kegiatan perekonomian, sehingga Indonesia bisa membuat terobosan dengan mempercepat energi terbarukan dibandingkan rencana awal. Kendati demikian, Airlangga mengatakan, Indonesia tetap membutuhkan migas sebagai sumber energi dan bahan baku utama.

"Gas menjadi sumber daya energi yang emisinya rendah, tentu mempunyai peran yang dapat ditingkatkan gantikan energi fosil lainnya, sehingga persiapan matang perlu dilakukan agar Indonesia bisa terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan energinya betul-betul tersedia dengan harga yang bisa terjangkau,” tuturnya.

Menurut Airlangga, industri hulu migas memiliki peranan penting untuk menciptakan serta meningkatkan multiplier effect industri hilir seperti pupuk dan petrokimia. Bahkan Kementerian ESDM telah memberikan dukungan harga gas untuk industri tertentu dengan tujuan agar lebih kompetitif, sehingga banyak sektor hilir yang mampu bersaing dan mengekspor produknya.

“Kebijkan itu perlu diapresiasi dan diharapkan hilir kebijakan hulu migas dapat berkembang sehingga tak hanya berkontribusi ke pendapatan negara tapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekonomi makro,” ujarnya.

Dia menambahkan, peningkatan produksi yang ditargetkan 1 juta barel minyak per hari dan gas 12.000 MMSCFD pada 2030 menjadi tantangan yang perlu dibuatkan peta jalan atau roadmap agar bisa dicapai.

"Indonesia berkomitmen agar industri hulu migas bisa ditingkatkan, baik lifting minyak maupun gas bumi. Pemerintah berikan ruang untuk peningkatan investasi dengan berbagai insentif di sektor hulu migas, tentunya penyederhanaan perizinan dan hal lain yang bisa didorong melalui SKK Migas," kata Airlangga.

Editor: Jujuk Ernawati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut