Pembayaran Utang Negara Terancam Default, Rusia Akan Ambil Tindakan Hukum Terhadap Barat
Profesor hukum di University of Virginia, Mitu Gulati, mengatakan dua obligasi internasional Rusia diterbitkan di bawah hukum Inggris, yang memungkinkan peminjam untuk membela diri dengan mengatakan bahwa kekuatan eksternal membuat tidak mungkin untuk menghormati kewajiban, sehingga pengadilan dapat menunda pembayaran.
"Jadi saya pikir Rusia akan memperdebatkan ini, tetapi ini adalah perang yang disebabkan oleh Rusia. Ini bukan argumen hukum yang sepenuhnya tidak masuk akal," kata Mitu Gulati.
Rusia tidak pernah gagal membayar utang luar negerinya sejak revolusi pada 1917, tetapi dua obligasi internasional Rusia kini menjadi pemicu dari pergolakan ekonominya dengan negara-negara Barat.
Rusia memiliki waktu hingga 25 Mei untuk memenuhi tenggat pembayaran dua obligasi internasional tersebut. Jika tak memenuhi tenggat waktu maka para obligor dapat mengajukan tuntutan gagal bayar.
Artur Starikov, mitra di Kantor Hukum Capital, mengatakan dengan ancaman proses hukum tersebut, muncul pertanyaan apakah aset Rusia yang sebelumnya dibekukan oleh negara-negara Barat.
"Hampir setengah dari cadangan emas dan valuta asing Rusia senilai 640 miliar dolar AS, dapat diklaim oleh kreditur setelah gagal bayar," ujar Artur Starikov.
Editor: Jeanny Aipassa