Pemerintah Janjikan Ganti Rugi Sapi yang Dipotong akibat PMK, Peternak: Belum Ada Sampai Saat ini

Iqbal Dwi Purnama ยท Senin, 25 Juli 2022 - 14:32:00 WIB
Pemerintah Janjikan Ganti Rugi Sapi yang Dipotong akibat PMK, Peternak: Belum Ada Sampai Saat ini
Petugas melakukan vaksinasi untuk ternak hewan agar terhindar dari penyakit mulut dan kuku. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) menyatakan belum ada peternak yang mendapatkan ganti rugi dari pemerintah terkait program pemusnahan hewan ternak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Belum, sama sekali belum ada sampai saat ini," ujar Ketua PPSKI, Nanang Purus Subendro, saat dihubungi MNC Portal, Senin (25/7/2022).

Menurut dia, pemerintah juga belum menjelaskan bagaimana skema penggantian dana tersebut kepada para peternak yang mengalami kerugian akibat hewannya harus di potong oleh Kementerian Pertanian.

Saat ini, pemerintah setidaknya sudah melakukan pemotongan hewan ternak yang terkonfirmasi PMK sebanyak 6.029 ekor. Namun saat ini satupun belum ada yang mendapatkan ganti rugi.

"Ini juga belum jelas apakah sapi-sapi yang kemarin kemarin mati sejak Mei itu digantikan atau tidak, kita belum tahu persis," kata Nanang.

Pejabat di Lingkungan Kementerian Pertanian, pun enggan untuk menjawab terkait proses atau mekanisme ganti rugi terhadap hewan yang sudah dilakukan pemotongan, yang jelas hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban pasti terkait bagaimana proses mekanisme ganti rugi yang sempat disebutkan.

Sebelumnya pemerintah menjanjikan bahwa hewan milik peternak yang mendapat terpaksa harus dilakukan pemotongan bakal mendapatkan ganti rugi sebesar Rp10 juta per ekor.

Nanang mengatakan bahwa ganti rugi terhadap hewan yang disembelih akibat wabah PMK merupakan program depopulasi untuk penanganan PMK itu sendiri.

"Karena isu yang berkembang sapi yang diganti oleh pemerintah adalah dalam program depopulasi karena memang dalam program penanganan pmknya, bukan karena yang tidak terselamatkan, Itu yang kita yang sedang kita cari kepastiannya," tutur Nanang.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda