Pemilik Mobil yang Daftar MyPertamina Masih Minim, Pertamina Minta Data dari Korlantas Polri

Mochamad Rizky Fauzan ยท Jumat, 09 September 2022 - 10:39:00 WIB
Pemilik Mobil yang Daftar MyPertamina Masih Minim, Pertamina Minta Data dari Korlantas Polri
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (8/9/2022). (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA, iNews.id - PT Pertamina (Persero) meminta data pemilik mobil dari Korlantas Polri untuk menyeleksi kendaraan yang berhak menggunakan BBM Bersubsidi. Langkah itu dilakukan karena pemilik mobil yang mendaftar ke platform MyPertamina masih minim. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, mengungkapkan jumlah pemilik mobil yang pendaftar di MyPertamina hingga 7 September 2022 baru sebanyak 2,1 juta. Padahal total populasi kendaraan yang ada di Indonesiamencapai 33 juta kendaraan.

"Jadi baru 6,4 persen pemilik kendaraan yang mendaftar MyPertamina," kata Nicke Widyawati, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, (8/9/2022).

Akibat jumlah pendaftar yang masih minim tersebut, Pertamina memutuskan untuk mengintegrasikan data-data kendaraan yang dimiliki Korlantas Polri serta Jasa Raharja dengan sistem pendataan yang ada di aplikasi MyPertamina.

Langkah ini harus dilakukan karena Pertamina tidak bisa menunggu saja para pendaftar memasukkan data kendaraanya di aplikasi MyPertamina. Sebab, jika itu dilakukan, ketika revisi Perpres 191 Tahun 2014 yang akan mengendalikan penyaluran BBM bersubsidi terbit, tidak akan segera efektif.

"Jadi datanya itu (Korlantas) kita tarik. Di dalam data itu ada pelat nomor polisinya, pemilik, CC, ada jenisnya, Ketika regulasi itu keluar, kita bisa langsung kunci berdasarkan data itu," ujar Nicke.

Dia menjelaskan, penyaluran BBM bersubsidi melalui MyPertamina terhadap kendaraan roda 4 ini akan lebih tepat sasaran. Pasalnya, nanti tiap kendaraan akan memegang 1 QR Code saat membeli BBM.

Saat pengguna kendaraan itu hendak mengisi BBM, maka ia wajib memindai QR Code yang dimiliki dengan mesin EDC di SPBU Pertamina. Sehingga, ketika jenis kendaraan yang bisa mengisi BBM bersubsidi telah ditentukan pemerintah, khususnya untuk Pertalite, maka Pertamina sudah bisa mengatur sesuai CC-nya.

"Misalnya yang berhak hanya CC tertentu itu kita bisa langsung set dari kantor pusat, dari command center, jadi kita kunci. Jadi ketika kendaraan QR Code itu di-taping di EDC kita dan CC melebihi ketentuan, maka dispensernya enggak bisa ngocor," ungkap Nicke.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda