Penataan Puncak Waringin di Labuan Bajo Ditargetkan Kelar Akhir 2020

Aditya Pratama ยท Senin, 13 Juli 2020 - 02:25 WIB
Penataan Puncak Waringin di Labuan Bajo Ditargetkan Kelar Akhir 2020

Puncak Waringin di Kawasan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. (Foto: Humas PUPR)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menata infrastruktur Labuan Bajo. Kawasan Strategis Pariwisata nasional (KSPN) yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur itu ditargetkan akan menjadi destinasi wisata premium.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, pariwisata membutuhkan infrastruktur yang memadai. Salah satunya pusat suvenir Puncak Waringin di Labuan Bajo.

Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki adalah infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul. Prinsipnya adalah merubah wajah kawasan dengan cepat, terpadu, dan memberikan dampak bagi ekonomi lokal dan nasional," katanya lewat keterangan tertulis, Senin (13/7/2020).

Puncak Waringin merupakan sentra souvenir yang menjadi pusat kegiatan belanja produk khas dan tradisional di Labuan Bajo. Masyarakat sekitar diharapkan bisa menjual berbagai barang dan kerajian daerah setempat, seperti kain tenun, kopi, tas, boneka, sepatu, dan perhiasan.

Basuki mengatakan, penataan kawasan pusat cinderamata itu membutuhkan ketelitian tinggi karena mengedepankan kualitas artistik dan unsur seni.

"Puncak Waringin memang belum selesai seluruhnya. Saya lihat memang masih ada beberapa yang perlu refining. Kita memang harus membina para kontraktor kecil, agar kualitas hasilnya baik sesuai harapan, karena Labuan Bajo akan dijadikan destinasi premium, jadi hasilnya harus artistik betul. Mudah-mudahan bisa diperbaiki pada tahap II," tuturnya.

Pada 2020, Kementerian PUPR melanjutkan penataan Puncak Waringin II dengan lingkup kegiatan berupa pusat sovenir, bangunan area tenun dilengkapi dengan toilet dan mushola, bangunan pos jaga dan ruang ganset, taman dan amphiteater, area parkir serta jalan setapak.

Pembangunan tahap II saat ini progresnya telah mencapai 20,01 persen dengan nilai kontrak Rp18,2 Miliar yang akan selesai pada akhir Desember 2020.

Tahun lalu, Kementerian PUPR telah menyelesaikan penataan Puncak Waringin tahap I dengan komponen kegiatan terdiri dari Gedung Utama yang berfungsi sebagai lounge dan pusat cinderamata serta viewing deck dengan biaya sebesar Rp9,3 miliar.

Menurut data kontur, Puncak Waringin Labuan Bajo NTT terletak di ketinggian 45 meter sampai 54 meter di atas permukaan laut.

Editor : Rahmat Fiansyah