Pencairan Klaim Nasabah Jiwasraya Jadi Angin Segar bagi Perekonomian

Aditya Pratama ยท Rabu, 01 April 2020 - 18:59 WIB
Pencairan Klaim Nasabah Jiwasraya Jadi Angin Segar bagi Perekonomian

Pembayaran terhadap pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada bulan Maret akhirnya terbukti. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Pembayaran terhadap pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada bulan Maret akhirnya terbukti. Perusahaan asuransi pelat merah ini telah melakukan pembayaran tahap pertama kepada lebih dari 15.000 nasabah polis tradisional.

Hal ini sekaligus sesuai dengan janji Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyatakan pemegang polis tradisional akan mendapat pembayaran secepatnya. Ekonom sekaligus Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan, apa yang dilakukan Jiwasraya harus disambut baik. Pencairan nasabah memberikan optimisme dan kepercayaan bahwa dunia asuransi Indonesia perlahan tapi pasti terus menunjukkan perbaikan.

"Tak hanya bagi asuransi saja, namun langkah pencairan dana nasabah Jiwasraya juga menjadi angin segar bagi ekonomi nasional yang kini sedang menghadapi dampak pandemi virus corona (Covid-19)," ujar Piter dalam keterangannya, Rabu (1/4/2020).

Walaupun masih banyak nasabah lain yang dalam antrean untuk menerima pencairan polis, pencairan tahap pertama ini telah menjadi kabar baik bagi dunia asuransi nasional.

"Kita menyambut baik pencairan dana nasabah Jiwasraya ini. Pencairan ini setidaknya bisa menahan ketidakpercayaan pada industri asuransi," kata dia.

Piter menyebut, Jiwasraya memang membutuhkan waktu untuk bangkit sepenuhnya usai munculnya kasus beberapa waktu lalu. Namun, masih ada pekerjaan rumah mengenai dana nasabah lain yang mesti segera dicairkan.

"Pencairan tahap pertama ini menandakan bentuk tanggung jawab dan itikad baik perusahaan untuk menyelesaikan kewajibannya kepada klien. Kita harapkan pencairan ini kemudian berlanjut sehingga semua klaim nasabah bisa dibayarkan," ucapnya.

"Secara bertahap kepercayaan nasabah kepada industri asuransi bisa kembali pulih sepenuhnya," dia menuturkan.

Editor : Ranto Rajagukguk