Penerbangan Internasional ke Bali Dibuka, Menko Airlangga: Wisman Harus Punya Asuransi Kesehatan

Rina Anggraeni ยท Senin, 11 Oktober 2021 - 16:56:00 WIB
Penerbangan Internasional ke Bali Dibuka, Menko Airlangga: Wisman Harus Punya Asuransi Kesehatan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartato, mengatakan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Bali harus memiliki asuransi kesehatan dan diberlakukan isolasi terpusat

"Wisman yang masuk ke Bali harus memiliki asuransi dan seusai arahan Presiden, harus disiapkan isosalasi terpusat untuk mereka," kata Menko Airlangga, dalam video virtual, Senin (11/10/2021).

Seperti diketahui, pemerintah akan membuka penerbangan internasional ke Bandara Ngurah rai Bali pada pekan ini, tepatnya mulai 14 Oktober 2021. Kebijakan ini diharapkan dapat memulihkan ekonomi di wilayah tersebut.

Menurut Airlangga, keputusan pemerintah untuk membuka kembali penerbangan internasional ke Bandara Ngurah Rai Bali, karena mekanismenya sudah dipersiapkan cukup matang. Hal ini, harus bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya jika ingin membuka wisatawanya untuk turis asing.

"Kesiapan daerah menjadi percobaan dan replikasi di daerah lain dan berlaku 14 Oktober dan dibuatkan surat ederan sendiri," tutur Airlangga.

Pernyataan senada disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pembukaan penerbangan Internasional ke Bali yang akan dilakukan pada pekan ini diharapkan mampu untuk memulihkan ekonomi Bali secara bertahap.

Terkait dengan itu, semua pihak diharapkan mendukung kebijakan tersebut dengan memberlakukan regulasi ketat untuk screening dan protokol kesehatan, terutama di Bandara Ngurah Rai Bali dan tempat wisata. 

"Presiden mengingatkan agar jangan terjadi lepas kendali di tengah situasi sekarang ini. Pertahankan kasus serendah mungkin dalam waktu yang lama dan harus secara konsisten," tutur Menko Luhut. 

Dia menambahkan, wisman yang hendak mengunjungi Bali harus menyertakan bukti vaksinasi Covid-19 lengkap, atau 2 dosis. Jangka waktu dosis kedua vaksin Covid-19 yang diterima minimal 14 hari sebelum kunjungan ke Bali.

"Dengan dosis ke-2 dilakukan setidaknya 14 hari sebelum keberangkatan dan ditulis dalam bahasa Inggris, selain bahasa negara asal. Asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal 100.000 dolar Amerika Serikat, dan mencakup pembiayaan penanganan Covid-19," papar Menko Luhut.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda