Pengusaha Diminta Beradaptasi dan Lebih Tanggap Hadapi Risiko Bencana

azhfar muhammad ยท Senin, 25 Oktober 2021 - 08:38:00 WIB
Pengusaha Diminta Beradaptasi dan Lebih Tanggap Hadapi Risiko Bencana
Ketum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid minta pengusaha beradaptasi dan lebih tanggap hadapi risiko bencana.

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid meminta kepada para pelaku usaha atau pengusaha mampu beradaptasi dan cepat tanggap terhadap risiko bencana dalam menjalankan bisnisnya. Ini mengingat tingkat ancaman bencana alam di Indonesia yang cukup tinggi bisa berdampak pada iklim kegiatan usaha. 

"Kami memandang kecepatan dan skala adaptasi dalam Indonesia perlu ditingkatkan untuk mengelola peningkatan risiko seperti mengintegrasikan ketahanan iklim dalam perencanaan kota, mempromosikan pertanian yang cerdas-iklim, serta menciptakan kerangka mitigasi bencana yang kuat," kata Arsjad dalam keterangannya, Senin (25/10/2021). 

Dengan skala dan frekuensi bencana yang cenderung meningkat, menimbulkan dampak dan kerusakan yang lebih besar terhadap harta benda, prasarana, lingkungan, hilangnya nyawa dan struktur sosial, tingkat pengungsian internal, dan dampak lain. Selain berdampak pada kegiatan usaha, risiko bencana juga dapat membuat sistem sosial ekonomi menjadi rentan. 

Karena itu, menurut dia, hal ini harus menjadi perhatian bersama agar penanggulangan bencana bisa dilakukan dengan seefisien mungkin. 

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Peningkatan Kualitas Manusia, Ristek dan Inovasi Carmelita Hartoto menambahkan, Kadin siap bergandengan tangan dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, setiap perusahaan diharapkan dapat membekali SDM dengan kemampuan tanggap bencana, demikian pula dukungan aspek teknologi dan informasi dalam mitigasi bencana. 

"Perusahaan yang bergerak di IT bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk menggunakan teknologi dalam penanggulangan bencana. Semua rancangan dan pola kerjanya bisa dikolaborasikan, sehingga saat bencana tiba pelaku usaha sudah tahu apa yang harus dikerjakan, dan menjadi satu kesatuan dengan apa yang dilakukan pemerintah bersama unsur masyarakat lainnya," tutur Carmelita. 

Kadin Indonesia periode 2021-2026 telah membentuk dan memberikan amanat penanggulangan bencana kepada Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana. Upaya ini dapat dilakukan dengan membangun kebersamaan melalui kemitraan antar lembaga kemanusiaan nasional dan internasional. 

"Pengusaha baru tanggap dan fokus di tahap keadaan darurat dan pasca bencana, sementara pasca bencana menjadi hal baru bagi dunia usaha. Padahal, ini penting untuk meminimalisir risiko bencana terhadap kegiatan usaha," ucapnya. 

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: