Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : RI Deflasi 0,15 Persen di Januari 2026 gegara Makanan-Minuman dan Tembakau
Advertisement . Scroll to see content

Pengusaha Ngeluh Kena Dampak gegara Beras Mahal, Harga Makanan Minuman Bakal Naik?

Senin, 19 Februari 2024 - 17:06:00 WIB
Pengusaha Ngeluh Kena Dampak gegara Beras Mahal, Harga Makanan Minuman Bakal Naik?
ilustrasi harga makanan dan minuman akan naik gegara beras mahal? (ist)
Advertisement . Scroll to see content

Oleh sebab itu menurut Adhi, pihaknya harus mengantisipasi agar daya beli masyarakat bisa tetap terjaga, salah satu cara dengan tidak menaikkan harga jual. Meskipun begitu, ada beberapa juga yang menaikkan harganya.

"Kebanyakan kita tidak menaikkan harga terlebih dahulu tahun ini. Meskipun ada beberapa yang menaikkan harga. Tapi saya pantau sebagian besar masih ingin mempertahankan harga supaya daya beli masyarakat masih bisa terjaga. Ini sangat penting sekali. Karena kalau kita ikut naik harga, bahan pokok naik harga, masyarakat sangat terganggu. Apalagi dengan Lebaran dan puasa ini," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Adhi mengatakan ada beberapa produk pangan yang mungkin tidak mengalami kenaikan harga untuk mengimbangi kenaikan harga bahan pangan pokok tersebut. Produk-produk itu di antaranya, mie instan, kemudian makanan dan minuman yang biasanya paling banyak dikonsumsi saat Ramadan dan Lebaran seperti sirup, nata de coco, makanan kolang-kaling, kurma, dan juga biskuit. 

"(Intinya) Kita industri rata-rata ingin memberikan yang terbaik untuk konsumennya, sehingga kita pantau harga tidak terlalu melonjak. Beda dengan pangan pokok yang tidak bisa dihindari karena ini bukan dikendalikan oleh industri. Kalau industri masih bisa mengurangi margin, masih bisa memikirkan jangka panjang," tuturnya.

"Tapi kalau pangan pokok ini kan langsung ya, secara langsung, dan mau tidak mau, kalau harga naik, mereka tidak punya cadangan untuk mengelola kenaikan tersebut. Sehingga mau tidak mau langsung berpengaruh terhadap harga jual seperti itu," kata dia.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut