Perkara SEA Games 1997, Bambang Trihatmodjo Gugat Sri Mulyani

Rina Anggraeni ยท Jumat, 18 September 2020 - 09:02 WIB
Perkara SEA Games 1997, Bambang Trihatmodjo Gugat Sri Mulyani

Putra ketiga Presiden ke-2 Soeharto, Bambang Trihatmodjo (kiri) dan istrinya, Mayangsari (kanan). (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Putra ketiga Presiden ke-2 Soeharto, Bambang Trihatmodjo resmi menggugat pemerintah. Sri Mulyani Indrawati selaku menteri keuangan menjadi pihak tergugat.

Gugatan tersebut diajukan setelah Sri Mulyani mencegah Bambang ke luar negeri. Pencegahan dilakukan hingga Bambang melunasi kewajiban utang kepada negara terkait SEA Games 1997.

Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menyebut, pemerintah akan taat pada hukum. Keputusan Menkeu menagih piutang, kata dia, sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kami akan taat pada proses hukum yang berlaku, menunggu pemberitahuan dari PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara)," ujar Yustinus saat dihubungi, Jumat (18/9/2020).

Yustinus menegaskan, Menkeu siap mencabut pencegahan ke luar negeri asalkan Bambang melunasi utang tersebut. Menurut dia, pemerintah tak asal menetapkan seseorang dicegah.

"Pencegahan dilakukan setelah didahului beberapa panggilan dan surat peringatan untuk melunasi utang negara," ucapnya.

Gugatan Bambang Trihatmodjo terhadap Menkeu tercatat dengan nomor 179/G/2020/PTUN.JKT. Gugatan didaftarkan pada Selasa (15/9/2020).

Dalam gugatannya, Bambang meminta PTUN menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Menteri Keuangan Nomor 108/KM.6/2020 Tanggal 27 Mei 2020 tentang Penetapan Perpanjangan Pencegahan Bepergian ke Luar Wilayah Republik Indonesia terhadap Bambang Trihatmodjo (Ketua Konsorsium Mitra Penyelenggara SE Games XIX Tahun 1997) dalam Rangka Pengurusan Piutang Negara.

Selain itu, Bambang meminta PTUN mewajibkan tergugat untuk mencabut Keputusan Menkeu Nomor 108/KM.6/2020 Tanggal 27 Mei 2020 tersebut.

Editor : Rahmat Fiansyah