Perusahaan Penambangan Bitcoin China Mulai Pindahkan Mesin ke Kazakhstan

Aditya Pratama · Rabu, 23 Juni 2021 - 06:41:00 WIB
Perusahaan Penambangan Bitcoin China Mulai Pindahkan Mesin ke Kazakhstan
Perusahaan penambangan Bitcoin China kirimkan mesin ke Kazakhstan.

BEIJING, iNews.id - Penambang Bitcoin China BIT Mining mengirimkan 320 mesin ke Kazakhstan setelah operasinya di provinsi Sichuan, China dihentikan. Perusahaan publik itu memperkirakan akan kembali mengirimkan 2.600 mesin sebelum awal Juli 2021. 

Dalam pengumuman perusahaan, mesin lainnya juga akan dikirim ke luar negeri. Pengiriman mesin ke Kazakhstan dilakukan setelah BIT Mining menerima pemberitahuan pada akhir pekan lalu bahwa power supply untuk pusat datanya di Sichuan akan ditangguhkan oleh regulator energi China. 

Mengutip CoinDesk, pusat data BIT Mining di Sichuan menyumbang sekitar 3 persen dari total pendapatan perusahaan pada Mei lalu. Dengan tindakan keras China terhadap industri penambangan kripto, perusahaan memilih bermigrasi ke negara lain. 

Kazakhstan merupakan negara tetangga China. Negara ini memiliki tambang batu bara yang menyediakan pasokan energi murah dan berlimpah.  

Selain Kazakhstan, BIT Mining juga menjadikan Texas sebagai negara tujuan penambangan. Di negara bagian Amerika Serikat itu, BIT Mining menginvestasikan dana sebesar 25 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp361 miliar untuk membuka pusat penambangan baru. 

Seperti diketahui, sejumlah negara bagian AS menyambut baik para penambang Bitcoin yang diusir dari China. Selain Texas dan Wyoming, Miami juga membuka pintu untuk mereka. 

Walikota Miami Francis Suarez sebelumnya mengatakan, para penambang kripto akan diterima di Miami. Bahkan, Miami memiliki energi nuklir yang murah dan melimpah. 

Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan tarif listrik rata-rata per kilowatt hour (kwh) sebesar 10,7 sen di Miami, dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 13,3 sen. Di seluruh negara bagian Florida, energi nuklir adalah pembangkit listrik terbesar kedua, setelah gas alam. Suarez pun mengaku sedang berdiskusi dengan Florida Power & Light Company untuk menurunkan tarif listrik.  

"Kami mengerti betapa pentingnya ini (tarif listrik murah). Penambang ingin mendapatkan harga kilowatt tertentu per jam. Jadi kami sedang bekerja sama dengan mereka untuk itu," kata Suarez.

Dia juga mempertimbangkan untuk memberikan insentif lain, seperti zona perusahaan khusus bagi penambangan kripto. Terkait infrastruktur fisik dan kapasitas, Suarez optimistis Miami dapat memenuhi kebutuhan para penambang.

Editor : Jujuk Ernawati