PHK 152 Karyawan, Begini Penjelasan Anak Usaha Garuda Indonesia

Suparjo Ramalan ยท Kamis, 28 Juli 2022 - 15:47:00 WIB
PHK 152 Karyawan, Begini Penjelasan Anak Usaha Garuda Indonesia
Anak usaha Garuda Indonesia beri penjelasan soal PHK 152 karyawan. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Manajemen anak usaha PT Garuda Indonesia, PT Aerofood Indonesia memberikan penjelasan soal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 152 karyawannya. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya efisiensi bisnis perusahaan akibat pandemi Covid-19. 

Direktur Utama Aerofood ACS I Wayan Susena mengatakan, optimalisasi sumber daya manusia (SDM) melalui penyesuaian komposisi jumlah karyawan perlu dilakukan. Perusahaan menyadari perlu dilakukan secara seksama dengan memastikan urgensi adanya PHK. 

"Ini menjadi pilihan terakhir yang perlu ditempuh perusahaan di tengah masa penuh tantangan ini," kata dia dalam keterangannya, Kamis (28/7/2022).

Dia menjelaskan, telah terjadi proses komunikasi bersama seluruh pihak atas rencana kebijakan yang dilakukan perusahaan, termasuk efisiensi jumlah karyawan. Langkah itu pun dilakukan secara bertahap dan dinilai sesuai dengan aturan yang berlaku, khususnya terkait Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) maupun ketentuan Ketenagakerjaan. 

"Seluruh kewajiban yang tertunda dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB) juga telah dipenuhi perusahaan sesuai prinsip transparansi dan tata kelola Perusahaan yang baik," ujar Wayan.

Dia menuturkan, Aerofood Indonesia terus memaksimalkan langkah pemulihan kinerja setelah merampungkan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) melalui putusan homologasi yang telah dibacakan di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. 

Rampungnya proses PKPU tersebut menjadi salah satu fase penting upaya perusahaan melaksanakan penyehatan kinerja. Wayan mencatat pemaksimalan keberlangsungan bisnis melalui langkah restrukturisasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui tata kelola Sumber Daya Manusia. 

"Langkah restrukturisasi secara menyeluruh bagi perusahaan, termasuk optimalisasi tata kelola SDM menjadi bagian yang tidak terhindarkan dalam upaya kami untuk terus bertahan dan menyehatkan kinerja usaha. Hal ini menjadi pilihan yang sulit dan berat bagi kami di tengah penurunan kinerja yang signifikan dan dampak sistemik terhadap kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang," tutur dia.

berdasarkan laporan keuangan audited, selama lebih dari 2 tahun sepanjang pandemi berlangsung, Aerofood ACS mencatatkan penurunan pendapatan signifikan hingga mencapai 73 persen dari kondisi normal dan mengalami kerugian. Trafik layanan inflight dan industrial catering juga mengalami penurunan drastis dengan nilai kerugian yang terus bertambah setiap tahunnya. 

Dengan proyeksi peluang pemulihan yang masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan, manajemen menyadari pilihan untuk terus berbenah diri menjadi sebuah keniscayaan yang harus dilakukan. Dengan menjalankan prinsip cost leadership, manajemen telah melakukan langkah adaptif melalui efisiensi struktur biaya termasuk kontrol ketat terhadap pelaksanaan operasional, efisiensi biaya overhead, negosiasi terhadap biaya konsesi, restitusi pajak, dan permohonan penurunan suku bunga pinjaman serta program optimalisasi SDM.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda