PHK di Industri Alas Kaki Diprediksi Berlangsung hingga Akhir 2023
Menurut dia, upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi banyaknya PHK pada industri alas kaki, salah satunya dengan mencari pasar-pasar baru untuk intensifikasi ekspor. Namun, di sisi lain juga harus meningkatkan kualitas tenaga kerja.
Kemenaker Izinkan PHK Bagi Pelaku Pelecehan Seksual di Tempat Kerja
“Karena ini masalahnya bukan hanya berhubungan dengan demand, sehingga musti ada peningkatan skill untuk tenaga kerja. Oleh karenanya, industri padat karya harus mulai memperhatikan dari segi pekerjaannya,” tutur Shinta.
Selain itu, dia menambahkan, maraknya PHK di industri alas kaki juga karena faktor maraknya barang impor legal, serta mesin produksi alas kaki di Indonesia yang sudah banyak rusak dan tua. Hal ini yang memperlambat produksi alas kaki.
Sementara itu, Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mengatakan hingga saat ini terdapat ribuan karyawan di industri alas kaki dan tekstil yang terdampak PHK sejak kuartal IV 2022 hingga kuartal I 2023. Berdasarkan catatan KSPN perusahaan yang mengambil tindakan PHK mayoritas berada di wilayah Jawa Barat seperti Tangerang dan Bandung, dan Jawa Tengah seperti Solo Raya, dan Pekalongan.
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Rustadi menjelaskan, pada Mei, pihaknya menangani kasus PHK terhadap 3.000 karyawan dari perusahaan yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah, yaitu PT Kaban dan PT Pismatex. Kemudian ada PT Agungtex Group dan PT Duniatex yang melakukan PHK terhadap 5.000 karyawannya.
"Selain itu, PHK juga terjadi di daerah Bandung, hingga kuartal I 2023 KSPN menangani aduan PHK dari PT Adetex yang melakukan layoff terhadap ratusan karyawan. Bahkan menurut Rustadi perusahaan tersebut sudah berhenti berproduksi sejak 3 tahun lalu," tuturnya, belum lama ini.
Editor: Jujuk Ernawati