Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dibiayai APBN, Ini Kata KCIC

Advenia Elisabeth ยท Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:29:00 WIB
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Dibiayai APBN, Ini Kata KCIC
Apa kata KCIC Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung akan dibiayai APBN? (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menjadi sorotan karena sejumlah masalah yang dihadapi, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang akan membiayai proyek tersebut.  
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengizinkan penggunaan APBN untuk dialokasikan ke dalam pembangunan KCJB sebagai alternatif percepatan pembangunan megaproyek tersebut. Keputusan itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Menanggapi hal ini, General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Mirza Soraya mengatakan, soal kebijakan pendanaan dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan investasi maupun cost overrun merupakan ranah dari pemerintah.  

“Hal-hal yang berkaitan tentang pendanaan, investasi ataupun cost overrun, itu merupakan ranah pemerintah dan BUMN sponsor, sehingga kami belum bisa memberikan komentar lebih lanjut,” kata dia kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (12/10/2021).

Dia menjelaskan, KCIC yang merupakan operator KCJB ini tengah fokus melakukan berbagai pembangunan guna mempercepat terselesainya proyek tersebut yang ditargetkan rampung pada akhir 2022 dan bisa mulai dioperasikan secara komersial pada 2023.

“Fokus kami saat ini adalah melakukan percepatan pembangunan proyek KCJB serta melakukan persiapan operasional untuk mengejar target penyelesaian di akhir tahun 2022,” ujarnya.

Mirza menuturkan, terhitung hingga pekan keempat September 2021, progres proyek KCJB sudah mencapai 79 persen. Sehubungan dengan itu, Mirza mengungkapkan, KCIC tengah melakukan pengerjaan tunnel, elevated track, subgrade, dan penyelesaian konstruksi stasiun.

Selain itu, KCIS juga melakukan persiapan jelang operasional. Misalnya, Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta yang akan digunakan ketika operasional.

“Saat ini sedang dalam tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang yang berada di Qingdao, Tiongkok, termasuk juga pembuatan Comprehensive Inspection Train (CIT) atau Kereta Inspeksi yang nanti digunakan untuk mengecek dan memastikan keamanan jalur kereta cepat,” tuturnya.  

Selain itu, Mirza mengatakan, KCIC bersama kementerian terkait saat ini sedang melakukan pembahasan dan harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan. Di samping itu, melakukan pelatihan SDM hingga pembuatan SOP sebagai bagian dari persiapan Operation Maintenance Readiness.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: