PT INKA Uji Coba Kereta Pesanan Filipina

Antara ยท Senin, 22 Juni 2020 - 22:02 WIB
PT INKA Uji Coba Kereta Pesanan Filipina

PT INKA menguji coba lokomotif dan kereta penumpang pesanan perusahaan Filipina, Philippine National Railways (PNR). (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menguji coba lokomotif dan kereta penumpang pesanan perusahaan Filipina, Philippine National Railways (PNR). Mereka memesan tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang.

"Ini merupakan uji coba pertama. Ada tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang pesanan Filipina yang diuji coba," ujar Project Manager Filipina PT INKA (Persero) Dadik Pranata di Madiun, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, uji coba pertama mengambil rute dari Stasiun Kertosono menuju Stasiun Madiun. Uji coba pertama dilakukan sebelum uji coba sesungguhnya sepanjang 2.000 kilometer yang rencananya akan digelar pada 24-30 Juni 2020.

"Sejauh ini, hasil uji coba pertama berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Hanya perlu sedikit penyempurnaan di sisi lokomotif. Itu pun minor sekali," kata Dadik.

Dia berharap pengerjaan kereta penumpang dan lokomotif pesanan Filipina selesai tepat waktu sehingga dapat segera dikirim.

Diketahui, PT INKA (Persero) mendapatkan tiga proyek besar pada 2019. Proyek pembuatan kereta api tersebut berlanjut pada pengerjaan 2020. Adapun ketiga proyek tersebut adalah pesanan dari PT KAI (Persero), Filipina, dan Bangladesh.

Pesanan dari PT KAI, INKA menggarap LRT Jabodebek dengan 31 trainset atau 186 kereta. INKA juga telah menyelesaikan dua trainset LRT dan telah dikirim ke Stasiun Cibubur.

Pesanan dari Bangladesh adalah sebanyak 200 kereta penumpang. Sampai akhir 2019, INKA telah menyelesaikan dan mengirim 114 kereta ke Bangladesh.

Sementara pesanan dari Filipina ada enam "trainset" Diesel Multi Unit (DMU), tiga lokomotif, dan 15 kereta penumpang dengan nilai kontrak keseluruhan mencapai Rp792 miliar.

Khusus untuk tiga lokomotif dan 15 kereta penumpang nilai kontraknya mencapai 1,3 miliar peso atau sekitar Rp362 miliar.

Adapun, dua dari empat kereta DMU pesanan Filipina sudah dikirimkan pada Desember 2019. Sementara sisanya maksimal akan dikirim pada akhir Juli 2020.

Editor : Dani Dahwilani