Raja Investasi Bodong Tak Mau Dipenjara 150 Tahun, Jaksa Minta Hakim Menolak

Rahmat Fiansyah ยท Kamis, 05 Maret 2020 - 12:12 WIB
Raja Investasi Bodong Tak Mau Dipenjara 150 Tahun, Jaksa Minta Hakim Menolak

Bernie Madoff. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Bernie Madoff dikenal sebagai raja investasi bodong setelah menipu ratusan investor senilai miliar dolar AS satu dekade silam. Dia divonis penjara 150 tahun terhitung 2009.

Dikutip dari CNBC, Kamis (5/3/2020), Madoff mengajukan keringanan setelah menjalani hukuman 11 tahun penjara. Dia beralasan kondisinya saat ini sakit parah dan meminta agar dibebaskan lebih cepat.

"Sifat kejahatan yang dilakukan Madof, dari sisi cakupan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, sepenuhnya membenarkan hukuman 150 tahun penjara yang dijatuhkan oleh pengadilan dan dengan sendirinya menjadi alasan yang cukup untuk menolak mosi Madoff," kata Jaksa Pengadilan Distrik Manhattan.

Jaksa juga menilai, Madoff sejak dihukum tak menunjukkan rasa penyesalan atas kejahatan yang telah dilakukannya. Madoff, kata jaksa, hingga saat ini tak memiliki empati sedikit pun terhadap para korban investasi bodongnya.

Dalam pernyataan tertulisnya kepada pengadilan, Jaksa juga melampirkan surat dari lebih dari 500 korban Madoff.

Selain itu, klaim bahwa harapan hidup Madoff kurang dari dua tahun lagi tak berdasar. Jaksa mengatakan, kondisi pria 81 tahun itu terus membaik sejak November 2019 setelah mendapat perawatan dialisis. Madoff saat ini mendekam di penjara federal North Carolina.

Jaksa kembali mengingatkan pesan yang disampaikan hakim bahwa Madoff harus dihukum seberat mungkin atas kejahatan yang dilakukannya, apa pun yang terjadi.

"Meskipun waktu terus berlalu, dan Madoff mungkin mendekati ajalnya, pesan itu tetap penting. Dia tidak boleh dibebaskan," kata jaksa.

Untuk itu, dia meminta hakim menolak pengajuan keringanan hukuman oleh Madoff. Apalagi, 520 korban Madoff menolak pembebasan meski ada 20 orang yang kasihan dengan penipu skema ponzi tersebut.

Beberapa waktu lalu, pengacara Madoff menyebut kliennya saat ini sakit parah dengan harapan hidup kurang dari 18 bulan lagi. Madoff dikabarkan menderita komplikasi, termasuk hipertensi dan kardiovaskular.

Editor : Rahmat Fiansyah