Saham Apple Jadi Satu-satunya Saham Teknologi yang Menguat, Ini Penyebabnya 

Aditya Pratama · Rabu, 01 Desember 2021 - 07:00:00 WIB
Saham Apple Jadi Satu-satunya Saham Teknologi yang Menguat, Ini Penyebabnya 
Saham Apple jadi satu-satunya saham perusahaan teknologi yang menguat, saat saham dengan sektor yang sama turun di tengah kekhawatiran varian baru Omicron. (foto: dok. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Saham Apple Inc menjadi satu-satunya saham teknologi yang mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa, (30/11/2021). Saham Apple ditutup naik 3,1 persen di saat saham dengan sektor teknologi lain mengalami penurunan di tengah kekhawatiran varian baru Covid-19, Omicron.

Dilansir dari CNBC, hal ini menunjukkan investor melihat perusahaan sebagai tempat yang aman selama ketidakpastian pasar. Adapun saham teknologi berkapitalisasi besar lainnya seperti Google, Amazon, Meta (sebelumnya Facebook) dan Microsoft ditutup mengalami penurunan di tengah aksi jual pasar yang lebih luas. 

Dow Jones Industrial Average turun 651 poin, komposit teknologi Nasdaq turun 1,6 persen dan S&P 500 turun sekitar 1,9 persen pada hari Selasa setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan The Fed akan membahas percepatan pengurangan pembelian obligasi selama bulan Desember.

Analis Needham Laura Martin mengatakan, investor beralih ke Apple pada hari Selasa karena perusahaan memiliki arus kas yang luar biasa, yang memungkinkannya untuk menahan setiap perlambatan ekonomi dan mengambil keuntungan dari penurunan harga.

“Ada perpindahan ke kualitas dengan perusahaan yang Anda tahu akan tahan badai, tidak bangkrut, tidak mengalami kesulitan keuangan,” ujar Martin, dikutip Rabu (1/12/2021).

Martin menambahkan Apple saat ini berada di posisi untuk memperkenalkan produk baru untuk mendorong pertumbuhan baru, termasuk headset.

“Kritik terbesar Apple selama lima tahun terakhir adalah tidak ada produk baru. Ketika Anda melihat alur produk, banyak kegembiraan di sana, terutama di media hari ini tentang bagaimana mereka akan memperkenalkan kacamata augmented reality di WWDC berikutnya pada bulan Juni," kata dia.

Martin mengatakan ada indikasi bahwa produk Apple saat ini, terutama model iPhone Pro, laris manis dan berpotensi memimpin pendapatan perusahaan pada Desember tahun ini. Apple mengatakan pada Oktober lalu bahwa mereka mengharapkan rekor pendapatan pada kuartal pertama fiskal, lebih dari 111,4 miliar dolar AS dalam penjualan tahun lalu, meskipun ada kendala pasokan.

“Banyak angka yang sangat bagus keluar dari ritel tentang bagaimana produk dijual. Tablet, terutama iPhone kelas atas, yang semuanya mengatakan mereka akan memiliki margin tinggi dan pendapatan tinggi untuk kuartal keempat tahun ini," kata Martin.

Apple menggunakan arus kasnya tidak hanya untuk berinvestasi dalam produk baru tetapi untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham melalui dividen dan pembelian kembali saham. Adapun pembelian saham kembali dapat membantu menjaga harga saham tetap stabil. 

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel: