Selamatkan Bekantan, Kementerian PUPR Pilih Bangun Tol Bawah Laut di IKN Nusantara

Iqbal Dwi Purnama ยท Kamis, 11 Agustus 2022 - 20:11:00 WIB
Selamatkan Bekantan, Kementerian PUPR Pilih Bangun Tol Bawah Laut di IKN Nusantara
Bekantan, spesies monyet asli Kalimantan yang dilindungi karena langka. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pekejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memilih membangun jalan tol bawah laut daripada jalan tol darat di Ibu Kota Nusantara (IKN) Nusantara, demi menyelamatkan bekantan, spesies monyet asli Kalimantan yang menjadi hewan langka. 

Menurut Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, hal tersebut dilakukan lantaran akses tol ke IKN Nusantara nantinya bakal melewati habitat bekantan, sehingga untuk menghindari terganggunya ekosistem, diperlukan jalur tol alternatif, yaitu jalan tol bawah laut.

Dia mengungkapkan, pembangunan jalan tol bawah laut di IKN Nusantara bakal meniru konsep Korea Selatan (Korsel). Pembangunan jalan tol bawah laut itu, bakal dilakukan bukan menggunakan terowongan seperti pada pembuatan tol darat, namun ada teknologi yang di tiru dari Korsel yang bakal diterapkan pada pembangunan terowongan bawah laut di IKN Nusantara.

"Kami lihat di Korea, bukan terowongan bawah laut, teknologinya beda, kalau terowongan itu kan membuat lubang, kalau ini bukan membuat lubang, kita bikin di darat, terus dicemplungkan ke laut," kata Basuki, saat membuka 2nd Announcement World Water Forum di kantornya, Kamis (11/6/2022). 

Menteri PUPR menjelaskan, alasan dibangunnya tol itu bukan hanya sebagai peningkatan konektivitas menuju kawasan IKN Nusantara, juga sekaligus melindungi habitat yang ada.

"Saat ini kan kita baru membuat tol, Balikpapan-Samarinda dari KM 11 kearahnya jembatan pulau balang, dari jembatan pulau balang ke IKN, itu kan ada kawasan bekantan. Jadi kita bikin yang di bawah laut, jadi mudah mudahan tidak menggangu lingkungan, dan itu menjadi terdalam di dunia, kita mau bikin itu," tutur Basuki.

Saat ini, lanjutnya, rencana pembangunan jalan tol bawah laut masih dalam tahap proses feasibility study (studi kelayakan). Setelah proses tender kemungkinan bakal mulai dilakukan pembangunan pada tahun 2023 mendatang.

"Kedalamannya sedang ada di desain, sekarang sedang masa FS, mungkin setelah tender tol ini sudah selesai, mungkin 2023 bakal di tender," ungkap Basuki.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda